Membanggakan, Kopi Pagaralam Masuk Final Ajang Bergengsi di Indonesia

Martien Liando pemilik Kopi Jagad Raye Coffee, menunjukkan kopi Robusta asal Pagaralam ke kontes KKSI.

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com- Membanggakan kata yang paling elok disematkan untuk para penggiat kopi di Kota Pagaralam. Pasalnya, kopi asal Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sudah beberapa kali ikut festival kopi dan menang dalam festival kopi yang digelar di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Kali ini, kopi jenis Robusta natural milik Jagad Raye Coffee, di Desa Tanjung Menang, Kecamatan Dempo Selatan, masuk lima besar dalam Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) 2020, yang digelar di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia yang terletak di Jember.

Kopi robusta olahan anak muda asli Pagaralam ini mampu menyingkirkan 480 peserta se-Indonesia. Bahkan kopi Pagaralam ini masih akan bertanding untuk merebutkan posisi pertama pada babak final tanggal 23 Oktober 2020.

Kopi robusta olahan anak muda asli Pagaralam ini mampu menyingkirkan 480 peserta se-Indonesia.

Adapun lima nama daerah masuk kontes kopi se-Indonesia antara lain,
Pagaralam, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Semarang,
Jambi dan Bogor.

Martien Liando (26), pemilik Jagad Raye Coffee mengatakan, pihaknya sengaja mengikut sertakan kopi Robusta asal Pagaralam ke kontes KKSI tersebut. Hal ini agar kopi Pagaralam bisa dikenal di tingkat nasional.

“Ini kali pertama kita ikut kontes kopi di KKSI. Saya ikutkan kopi jenis Robusta, asli tanaman dari petani di Pagaralam,” ujar Martien.

Hasil uji citarasa kopi Pagaralam.

Usahanya memperkenalkan kopi Pagaralam dilakukan secara mandiri. Dengan tujuan agar kopi Pagaralam bisa lebih dikenal secara nasional bahkan internasional.

“Kami berharap raihan ini akan berdampak baik untuk komoditi kopi di Pagaralam. Melalui kontes ini kualitas kopi Pagaralam akan diuji oleh para ahli kopi yang menjadi juri dalam kontes tersebut,” ujarnya.

Ditambahkan Efriansyah, Founder Komunitas Proses Kopi Dempo Selatan, saat ini penggiat kopi di Pagaralam mulai menggeliat. Untuk itu perlu dukungan pemerintah agar komoditi kopi Pagaralam bisa lebih dikenal sebagai kopi Pagaralam, bukan kopi luar.

“Selama ini kopi Pagaralam hanya dikenal di Pagaralam saja, padahal kopi Pagaralam sudah masuk ke seluruh Indonesia. Namun dikenal bukan sebagai kopi Pagaralam, Sumatera Selatan,” sesalnya.

Dia berharap, ini akan menjadi langkah awal untuk kesejahteraan para petani kopi dengan dikenalnya kualitas kopi Pagaralam.

“Jika kualitasnya sudah ada maka harganya pasti akan ikut membaik,” harapnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.