Melawan Saat Diamankan, Tim Hunter Tembak Mati Pelaku Curas di Plaju

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji beserta jajaran memaparkan hasil ungkap kasus

Palembang, Sumselupdate.com – Tim Hunter Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang bersama Tim Buser Polsek Plaju yang dipimpin Iptu M Uzir dan Aipda Agus Akbar menembak mati pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang sudah sangat meresahkan warga.

Hendri alias Tojang (35), warga Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Sungai Gerong, Kelurahan Plaju Ilir, Palembang  terpaksa ditembak mati aparat karena melawan pada saat akan ditangkap, Rabu (5/2/2020) sekitar pukul 23.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Hendri mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumsel setelah dada residivis yang mengacungkan senjata api ke arah polisi, ditembus timah panas petugas.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji mengungkapkan, pelaku dinilai sangat meresahkannya, terutama di daerah Plaju dan sekitarnya.

“Banyak laporan yang masuk ke polisi, ada 9 laporan. Pelaku ini sering mencuri di rumah-rumah warga, di gudang, tempat-tempat ibadah seperti masjid dan gereja,” ujarnya, Kamis (6/2)

Dijelaskan Anom, pelaku dalam melancarkan aksinya, beraksi sendirian. Di mana pelaku kerap membawa senjata tajam dan senjata api setiap melancarkan aksi pencurian.

“Terakhir, beberapa hari lalu, pelaku mencuri sejumlah barang di sebuah sekolah di Plaju, mulai dari jam dinding sampai mesin pompa air disikat tersangka,” bebernya.

Memang sempat terjadi baku tembak antara polisi dan pelaku dimana pelaku tewas tertembak di bagian dada. “Pelaku ini melawan petugas dengan senjata api yang dimilikinya sehingga kita berikan tindakan tegas terukur,” ujar Kombes Pol Anom.

Selain itu, anggota juga mengamankan barang bukti hasil kejahatan pelaku berupa laptop, jam dinding, obeng, mesin gerinda beserta sebilah sajam dan senpi berisi tiga butir amunisi.

Anom menegaskan, pihaknya tidak segan menindak tegas pelaku kejahatan yang meresahkan dan mengancam keselamatan petugas.

“Kita menghimbau kepada para pelaku kejahatan agar pikir dua kali atau pikir-pikir lagi kalau mau jadi sampah masyarakat, kalau tidak mau nasibnya seperti almarhum ini kita tindak tegas,” tutupnya.(tra)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.