Melawan Petugas, Bandar Shabu 3,1 Kg Asal Muba Tewas Didor

Sabtu, 6 April 2019
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat pres rilis di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Sabtu (6/4/2019)

Palembang, Sumselupdate.com — MAS (29) bandar shabu seberat 3,1 kilogram ini meregang nyawa setelah dadanya ditembus peluru anggota Reserse Narkoba Polda Sumsel dalam operasi penangkapan di depan komplek perumahan Spring Hill, Talang Kelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang Sabtu (6/4/2019) subuh.

Warga Dusun Babat, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin ini diberikan tindakan tegas karena menembakan senjata api jenis Air Soft Gun yang sudah dimodifikasi untuk peluru tajam ke arah anggota yang akan menangkapnya.

Read More

“Saat anggota mau Undercover Buy tersangka, tersangka menyadari kalau anggota polisi sehingga tersangka mengeluarkan senjata api miliknya untuk menembak anggota, namun didahului oleh anggota dengan menembak dada kiri tersangka,” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat pres rilis di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Sabtu (6/4/2019).

Dikatakan Zulkarnain, tersangka MAS sudah lama masuk Target Operasi Ditresnarkoba Polda Sumsel, di mana sistem yang digunakan tersangka agar tidak diketahui orang anggota tersangka menggunakan sistem pengawas dan anti pemesanan atau control delivery.

“Asal narkoba yang diamankan dari tersangka masih berasal dari pantai timur Sumatera tempatnya provinsi Riau. Hal ini didapatkan dari hasil percakapan komunikasi yang ditemukan dihandphone tersangka. Untuk jaringan tersangka ini adalah jaringan Palembang, Sulawesi dan Riau,” jelasnya.

Untuk kaitan tersangka dengan jaringan Kendari yang pernah ditangkap beberapa waktu lalu Ditresnarkoba Polda Sumsel belum bisa memastikan nya, karena salah satu tersangka yang bertugas mengawasi penjualan narkoba tersangka MAS belum tertangkap.

“Kalau tersangka tidak menembak anggota mungkin tersangka tidak ditembak mati, dan bisa dikembangkan kasusnya. karena dia melawan jadi tersangka terpaksa ditembak karena membahayakan anggota,” pungkasnya.(tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts