Lahat, Sumselupdate.com – Untuk mempermudah akses pertanian dan perkebunan warga Pemerintah Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum melakukan pembangunan jalan usaha tani di Kecamatan Tanjung Sakti Pumi dan Pumu. Pembangunan ini di sambut baik oleh seluruh masyarakat dua kecamatan.
Zamroni Yaom, tokoh masyarakat Tanjung Sakti saat dikonfirmasi Sumselupdate.com Sabtu, (20/7/2019) mengatakan, pekerjaan pembangunan jalan usaha tani dengan panjang kurang lebih satu kilometer ini ada dua tempat. ”Pertama terletak di Kecamatan Tanjung Sakti Pumi dan satu lagi di Kecamatan Tanjung Sakti Pumu.” ungkapnya
Yaom mengatakan, tujuan dibangun jalan ini untuk memudahkan masyarakat Tanjung Sakti Pumi dan Pumu dalam mengembangkan potensi pertanian maupun perkebunan.
Jalan ini merupakan infrastruktur yang sangat berperan besar dalam pergerakan perekonomian. “Jika tak ada jalan maka pengembangan pertanian dan perkebunan bakal berjalan lamban dan ekonomi di Kecamatan Tanjung Sakti pasti lemah,” katanya.
“Hal inilah yang paling dibutuhkan oleh petani dalam memaksimalkan potensi lahan pertanian maupun perkebunan,” katanya.
Menanggapi kabar yang mengatakan pembangunan kedua jalan ini merusak hutan lindung, Yaom mengatakan, bahwa berita itu tidaklah benar.
“Fakta yang kita saksikan sekarang ini sudah cukup jelas, jarak antara pembangunan dengan Desa cuma beberapa meter saja itu artinya sangat dekat dengan pemukiman warga, untuk mencapai hutan lindung itu masih sangat jauh, pembangunan kedua jalan ini sama sekali tidak menyentuh hutan lindung,” tegasnya.
Dari lokasi pembangunan jalan usaha tani ini ke hutan lindung, paparnya, masih berjarak kurang lebih 5 KM lagi dan jika ditempuh dengan berjalan kaki butuh waktu 2 jam. “Hutan lindung itu masih sangat jauh dari lokasi pembangunan jalan ini,” imbuhnya
Ramsi Kepala Desa Gunung Ayu saat ditemui mengatakan bahwa dengan adanya pembangunan ini masyarakat dua kecamatan yang ada di Tanjung Sakti Pumi dan Pumu sangat berterima kasih.
Karena akses jalan ini sudah digunakan masyarakat sejak jaman nenek moyang dahulu dan saat ini dibangun oleh Pemkab Lahat supaya bagus.
Sebelumnya, jelas Kades, untuk melalui jalan ini kendaraan roda dua menggunakan rantai karena jalannya masih tanah dan licin jika sedng turun hujan.
“Pembangunan jalan usaha tani di Desa kami tidak menyentuh hutan lindung jarak hutan lindung dengan jalan ini masih sangat jauh jarak nya kurang lebih 5KM,” papar Ramsi.
Diketahui pembangunan jalan usaha tani yang terletak di dua kecamatan ini tidak terhubung langsung, namun kedua pembngunan ini terpisah di dua tempat, satu pembangunan di Desa Pulau Panas sampai ke Talang Galir dan satu lagi di Desa Gunung Ayu yang letak nya tidak jauh dari rumah penduduk.(ric)











