Palembang, Sumselupdate.com – Masih terkendalanya masalah pembebasan lahan untuk sejumlah proyek Nasional di Sumatera Selatan, Komisi V DPR RI meminta masalah pembebasan lahan tersebut terutama pada proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Palembang, segera diselesaikan, menyusul semakin sempitnya waktu yang tersisa untuk merampungkan proyek LRT pertama di Indonesia tersebut.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Anton Sukartono Suratto, Rabu (29/11/2017) mengungkapkan, setelah bertemu sejumlah pihak, pihaknya menerima laporan masih adanya kendala pembebasan lahan dalam pembangunan LRT tepatnya di Zona 1 (Bandara SMB II-Asrama Haji), di mana sebagian lahan milik TNI AU masih belum dibebaskan.
Anton mengatakan, pihak TNI AU sebelumnya menyatakan tidak ada masalah untuk membebaskan lahannya untuk pembangunan LRT, namun kenyataannya di lapangan proses pembebasan lahan masih tersendat. Terkait hal ini, Komisi V mendorong pihak Kementerian PU dan TNI AU untuk segera berkoordinasi menyelesaikan permasalahan yang ada.
“Masalah pembebasan lahan ini di mana-mana ada, tapi insyaallah dengan koordinasi kedua belah pihak permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Anton kepada wartawan, di sela kegiatan peninjauan kondisi pembangunan jalan dan jembatan di Palembang.
Menurut Anton, penyelesaian LRT berpacu dengan waktu karena akan digunakan untuk menunjang sarana transportasi Asian Games 2018. Meski dikejar target, pimpinan rombongan Komisi V ini meminta pembangunan LRT tidak melanggar regulasi.
“Mengingat waktunya sudah sangat mepet, ini kami push (dorong-red). Koordinasi harus dilakukan dengan baik, jangan hanya karena waktu lalu pokoke harus, jadi kita justru melanggar,” tegasnya. (adi)











