Ma’ruf Amin Ingin Hoax Jokowi PKI Disetop

Cawapres Nomor urut 02, KH Ma'ruf Amin

Jakarta, Sumselupdate.com – Cawapres Ma’ruf Amin meminta penyebaran hoax disetop. Informasi tak benar menurut Ma’ruf tak boleh dikembangkan.

“Ya sebaiknya berhenti gitu loh, jangan diterus-teruskan sesuatu yang tidak benar itu,” kata Ma’ruf Amin di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (24/11/2018). Demikian dilansir dari Detikcom.

Bacaan Lainnya

“Itu sudah dijawab oleh Pak Jokowi kan, bahwa waktu PKI itu beliau masih anak-anak, masih 4 tahun. Saya kira itu sesuatu yang sebenarnya tidak relevan lagi lah, tidak tepat, tidak layak untuk diisu-isukan,” imbuhnya.

Presiden Jokowi sebelumnya mengaku ‘gerah; diserang isu hoax, terutama soal tuduhan dirinya aktivis PKI. Jokowi heran masih ada orang yang mempercayai isu tersebut.

“Saya kadang sedih kalau sudah masuk tahun politik isinya fitnah, kabar bohong, saling hujat. Coba dilihat di medsos, Presiden Jokowi itu PKI. Fitnah seperti itu, PKI dibubarkan 1965-1966, lahir saya tahun 1961. Berarti umur saya baru 4 tahun, la kok bisa diisukan Presiden Jokowi aktivis PKI. Apa ada PKI balita? Ya kan masih balita, 4 tahun,” ujar Jokowi saat membagikan sertifikat tanah di Lampung Tengah, Lampung, Jumat (23/11).

Jokowi menyebut ada 9 juta penduduk Indonesia yang mempercayai isu tersebut. Dia mengaku sudah 4 tahun diserang isu PKI.

“Coba di medsos, itu adalah DN Aidit pidato tahun 1955. La kok saya ada di bawahnya? Lahir saja belum, astagfirullah, lahir saja belum, tapi sudah dipasang. Saya lihat di gambar kok ya persis saya. Ini yang kadang-kadang, haduh, mau saya tabok, orangnya di mana, saya cari betul,” papar Jokowi.

“Saya ini sudah 4 tahun diginiin, Ya Allah, sabar, sabar, tapi saya sudah bicara karena ada 6 persen yang percaya berita ini. Enam persen itu 9 juta (penduduk) lebih lo. La kok percaya?” imbuhnya.(dtc/adm5)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.