Manfaatkan Lahan Tidur, Desa Pusat di OKU Panen Kacang Tanah

Ketua BPD Pusar Garsubi

Baturaja, Sumselupdate.com–Badan Permusyawarahan Desa (BPD), Desa Pusar, Kacamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), memanfaatan lahan tidur untuk mendukung program ketahanan pangan di tengah wabah Covid-19.

Lahan tidur yang ada di desa tersebut dimanfaatkan oleh BPD bersama perangkat desa untuk menanam kacang tanah. Setelah kurang lebih 4 bulan melakukan proses penanaman dan perawatan, ratusan kilogram kacang tanah dipanen dari lahan tidur seluas setengah hektar.

Bacaan Lainnya

“Ini pertama kali kita panen kacang tanah. Alhamdulillah dari 5kg bibit kacang yang kita tanam hasilnya mencapai ratusan kilogram,” kata Ketua BPD Pusar Garsubi, Sabtu (12/9/2020).

Dikatakan Garsubi, kegiatan ini adalah cara BPD dan perangkat Desa Pusar mengajak warga setempat memanfaatkan lahan tidur di samping Kantor Kepala Desa Pusar yang selama ini terbengkalai.

“Melihat lahan tidur yang hanya ditumbuhi semak belukar kemudian muncul ide, dan inisiatif kita untuk memanfaatkannya dengan peralatan yang ada kita mencoba menanam kacang,” jelasnya.

Garsubi menambahkan, BPD dan perangkat Desa Pusar akan terus melakukan inovasi untuk kesejahteraan dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Ke depan pihaknya memprogramkan satu rumah 5 polibag untuk menanam cabai atau jenis tanaman lainnya.

“Sudah kita anggarkan, hasilnya untuk masyarakat, lumayan kalau satu polibag ditanam cabai satunya lagi ditanam tanaman lain yang menghasilkan. Minimal untuk konsumsi pribadi masyarakat,” urainya.

Menurut Garsubi, selain memanfaatkan lahan tidur, hal ini sebagai usaha pemerintah desa untuk mendukung program ketahanan pangan di tengah wabah Covid-19. Apalagi lanjutnya, saat ini banyak warga yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) massal imbas Covid-19.

“Sekarang sudah banyak masyarakat kita yang ikut memanfaatkan lahan tidur. Bahkan kita juga bersama masyarakat telah merintis obyek wisata Bukit Katung yang terletak tidak jauh dari tempat penanaman kacang,” ungkapnya.

Garsubi berharap dengan program ini bisa meningkatkan ketahanan pangan serta memajukan perekonomian masyarakat.

“Kita akan terus berinovasi, minimal hasilnya bisa untuk mensejahterakan masyarakat itu sendiri,” harapnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.