Selamatkan Krisis Pangan Sumsel, Pemprov Petakan Lahan Pertanian

Writer: - Kamis, 3 Juli 2025
Salah satu lahan pertanian di Sumsel. (Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Lahan pertanian di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) yang sudah banyak dialih fungsikan menjadi dampak buruk terhadap kebutuhan pangan masyarakat Sumsel.

Padahal wilayah Sumsel ditarget menjadi daerah lumbung pangan namun kini dihadapkan dengan ancaman dan krisis lahan pertanian. Sementara Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa, ketahanan pangan merupakan bagian dari delapan agenda pembangunan nasional (Asta Cita).

Read More

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel Edward Candra mengatakan, persoalan lahan pertanian yang berkurang ini mengancam terjadinya krisis pangan. “Pemerintah memiliki tantangan dalam pengelolaan kembali penyusutan lahan pertanian termasuk di wilayah Sumsel,” katanya.

Menghadapi kondisi ini, mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel melakukan langkah awal dengan  berkolaborasi bersama Bank Indonesia (BI) dalam pemetaan lahan pertanian.

“Sumsel memiliki agenda besar Swasembada Pangan melalui berbagai program strategis seperti Optimasi Lahan Rawa (Oplah), Cetak Sawah Mandiri, dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP),” jelasnya.

Baca juga : Kunjungan Kasad ke Korem 045/Garuda Jaya, Pemkot Pangkalpinang Hibahkan Lahan untuk Dukung Ketahanan Pangan

Menurut Edward, dari pelaksanaan agenda di atas pemprov berharap produksi padi di Sumsel pun meningkat dan program itu mampu memperkuat peran rumah tangga dan kelompok tani sebagai produsen pangan yang mandiri dan tangguh.

“Potensi Sumsel sangat besar, tetapi realitas di lapangan menunjukkan bahwa lahan pertanian produktif terus mengalami tekanan alih fungsi,” ujarnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumsel, Bambang Pramono mengatakan, kondisi lahan pangan yang menyusut juga karena adanya tantangan iklim dan pertumbuhan penduduk yang kian banyak sehingga menambah beban di sektor pertanian.

Baca juga : Wabup Muaraenim Wajibkan 20 Persen Dana Desa untuk Ketahanan Pangan, Target Swasembada dan Ekonomi Petani

“Pemerintah perlu menggarisbawahi pentingnya menjaga keseimbangan antara peningkatan produksi dan efisiensi sistem distribusi pangan. Saat ini BI dam pemprov memberi kontribusi strategis dalam peta pangan nasional,” jelasnya.

Bambang menyebut, pad 2024 Sumsel tercatat berada di posisi kelima sebagai produsen padi terbesar di Indonesia. Kondisi ini lanjutnya, diharapkan bisa jadi penguat keberlanjutan pangan yang harus dijaga dan dikembangkan kontinuitas.

“BI komitmen memperkuat program-program pangan melalui pemberdayaan pelaku usaha termasuk mendukung GSMP dalam mendorong ketahanan pangan lokal,” katanya. (Iya)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts