Palembang, Sumselupdate.com – Manajemen Sriwijaya FC (SFC) memberikan apresiasi kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) tengah melakukan evaluasi kinerja wasit selama kompetisi berjalan.
Selaku kontestan kasta tertinggi bernama Go-Jek Traveloka Liga 1, Laskar Wong Kito memang klub yang paling intens protes karena mendapatkan ketidakadilan dari pengadil lapangan hijau alias wasit.
Evaluasi kinerja wasit dikemukakan dalam acara Referee Development Discussion Liga 1 yang digelar PT LIB yang mendatangkan narasumber Mr George Cumming selaku Former FIFA Referee Director and AFC Referee Director pada Minggu (28/5/2017) di Park Lane Hotel Jalan Casablanca.
“Pastinya kami sangat apresiasi dengan tindakan dilakukan penyelenggara agar kompetisi berjalan baik khususnya soal kinerja wasit. Kami dari klub datang ke sana juga memberikan beragam masukan,” kata Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid saat dibincangi, Senin (29/5/2017).
Ia pun mengaku baru pulang dari Jakarta terkait mengunjungi acara tersebut bersama Achmad Haris selaku Sekretaris Tim sesuai undangan event yang didatangkan dari klub sekretaris perusahaan dan tim.
“Kita harap sesuai dengan yang dibicarakan dalam acara kemarin. Tentunya soal perubahan kinerja wasit dilakukan secepatnya sampai kompetisi berjalan,” ucap Faisal.
Dibincangi terpisah, Sekretaris Tim SFC Achmad Haris mengatakan, kedatangan juga sebagai bentuk memberikan masukan kepada pihak penyelenggara.
Selain SFC, ia juga mengatakan, banyak klub yang komplain terkait kinerja wasit selama menjalankan laga berjalan sebanyak delapan pekan di Liga 1 ini.
“Dalam pertemuan kemarin jelas perubahan kinerja wasit akan dikontrol oleh PT LIB. Pastinya untuk kedepannya yakni laga ke sembilan dan seterusnya. Bukan untuk putaran kedua atau kompetisi musim depan,”ujarnya.
Ditegaskan Haris, selain buruknya kinerja wasit dia selalu mengeluhkan peran wasit. Maksudnya peran terhadap perlindungan pemain yang seharusnya menjadi kontrol penuh wasit di lapangan.
Ia mencontohkan banyak pemain SFC cedera karena permainan keras lawan seperti Teja Paku Alam.
“Pemain adalah aset Indonesia bukan hanya milik klub. Seharusnya wasit juga menjaga aset itu. Seperti Teja Paku Alam kiper kita cedera parah karena berkali-kali ditabrak. Apabila wasit tegas memberikan sangksi dilapangan mungkin tidak akan terjadi. Tapi kami berharap besar kedepan kinerja wasit semakin baik dan maksimal,” pungkasnya. (tra)











