Manajemen PTBA Mengaku Malu dan Meminta Maaf

Sabtu, 11 Maret 2017
Suasana konferensi pers PTBA dengan jurnalis di Kabupaten Muaraenim, Sabtu (11/3/2017).

Muaraenim, Sumselupdate.com Menyikapi insiden pengusiran wartawan yang hendak meliput kegiatan malam puncak HUT ke-36 PT Bukit Asam (PTBA),  kemarin malam, manajemen PTBA mengadakan konferensi pers di RM Sederhana Muaraenim, Sabtu (11/3/2017).

Sekretaris Perusahaan (sekper) PTBA, Adib Ubaidillah, mengatakan, insiden pengusiran tersebut terjadi karena ada kesimpangsiuran dan miss komunikasi antara panitia dan bagian sekper PTBA.

Read More

Untuk itu kepada para awak media dirinya menyampaikan permintaan maaf dari manajemen perusahaan.

“Tentu hal ini akan menjadi pembelajaran agar tidak terjadi lagi kedepan,” ungkapnya.

Untuk antisipasi agar tidak terjadi insiden yang sama, lanjut Adib, pihaknya ke depan akan menyiapkan identitas untuk para awak media agar dapat dikenali oleh panitia dan petugas keamanan.

“Mungkin nanti akan kita siapkan rompi khusus agar mudah diketahui,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Pengembangan Usaha; Surya Eko. Diungkapkannya bahwa dirinya merasa malu dengan para awak media atas kejadian tersebut.

“Sebagai manajemen saya malu, karena saya yang mengundang teman-teman sekalian untuk datang ke acara itu,” ungkap Eko.

“Mewakili manajemen minta maaf telah membuat teman-teman sekalian tidak nyaman, kami  akan melakukan perbaikan di dalam agar kejadian tersebut tidak terulang lagi dan hubungan perusahaan dengan media menjadi lebih baik,” lanjutnya.

 


Ketua PWI PWI Muaraenim, Andi Candra salam komando dengan manajemen PTBA usai konferensi pers, Sabtu (11/3/2017).

 

Sementara itu, Ketua PWI Muaraenim, Andi Candra mengaku kecewa dengan insiden yang menimpa para kuli tinta di Kabupaten Muaraenim itu.

Dikatakannya, selain mendapatkan undangan dari manajemen PTBA, para awak media yang menghadiri acara tersebut juga mendapat undangan dari Bagian Humas Pemkab Muaraenim untuk meliput kehadiran Bupati.

Meski demikian, Andi mengajak para awak media untuk dapat memberikan maaf kepada perusahaan batubara terbesar di Indonesia itu.

“Alangkah sayangnya jika hubungan baik wartawan dan perusahaan menjadi rusak karena kesalafahaman seperti itu,” tandas Andi.

Ditambahkan oleh Jazzi, Ketua Komunitas Jurnalis Muaraenim, Jazzi. Menurut dia, niat baik PTBA untuk meminta maaf patut diapresiasi.

“Tidak usah kita melihat ke belakang, mari saling memaafkan agar terjalin sinergitas antara perusahaan dengan wartawan kedepan,” pungkasnya. (azw)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts