Laporan : Rahmat Agusman
Martapura, Sumselupdate.com – Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2020, kali ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Kegiatan HAN dilaksanakan dalam bentuk bakti sosial berupa penyerahan bantuan covid-19 untuk kebutuhan spesifik dan lansia serta bantuan kebutuhan spesifik anak dan balita di OKU Timur.
Acara HAN yang berlangsung di Balai Rakyat OKU Timur, Kamis (23/07/2020), dibuka langsung Bupati OKU Timur HM Kholid MD, S.Sos.,M.Si dan Gubernur Sumsel diwakili oleh Assinten III Pemprov Sumsel Prof HM Edward Juliarto, Komisioner KPAD Sumsel Eko Wirawan, SH, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) OKU Timur Hanafi, SE. MM danturut serta kepala OPD di lingkungan Pemkab OKU Timur.
Ketua Komisioner Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Sumsel Eko Wirawan SH mengatakan, momentum HAN dimaknai sebagai bentuk kepedulian bangsa terhadap perlindungan anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal.
Selain itu, mendorong keluarga Indonesia menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak.
“Kita ingin generasi penerus bangsa di Sumsel agar tetap sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia dan cinta Tanah Air. Sesuai dengan tema ‘Anak Terlindungi OKU Timur Maju’. Anak Indonesia adalah tunas cita-cita penerus bangsa apabila bibit tidak terlindungi otomatis Indonesia bakal goyah atau hancur,” ucapnya.
Selain itu, Bupati OKU Timur Kholid Mawardi S.Sos M.Si menyampaikan peringatan HAN haruslah dijadikan momentum dalam meningkatkan kepedulian di semua pihak baik orangtua, keluarga, masyarakat, dan pemerintah terhadap pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak, agar anak di OKU Timur tumbuh berkembang secara optimal.
“Sering kita jumpai kekerasan pada anak ini mayoritas dilakukan oleh orang terdekat dari anak-anak tersebut. Perlindungan anak tidak menjadi tanggung jawab salah satu pihak tapi tanggung jawab bersama. Ke depan, mari bergandengan tangan kita akan bisa menyatukan kekuatan untuk melindungi anak-anak Indonesia khususnya di OKU Timur yang merupakan aset bangsa,” ujar Kholid.
Sementara, Gubernur Sumsel diwakili Asisten III Pemprov Sumsel Prof HM Edward Juliarto mengatakan, ada 3.928 angka kekerasan anak di indonesia, 300 diantaranya di Sumsel dengan kekerasan yang beragam. Untuk itu, pihaknya terus fokus melindungi anak, baik dari haknya hingga potensi anak itu sendiri.
“Namun jika kita lihat untuk di Kabupaten OKU Timur, jumlah kekerasan anak cukup minim. Hal ini berarti sosialisasi Pemkab OKU Timur melalui DPPA terus berjalan dengan baik. Semoga hal ini bisa dipertahankan dan kedepan perlindungan anak dapat dilakukan lebih baik lagi dan dengan menyalurkan potensi anak pada porsinya,” ujarnya. (**)











