Baturaja, Sumselupdate.com – Warga di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengeluhkan dengan seringnya pemadaman listrik yang terjadi di wilayah kerja PLN Baturaja, akhir-akhir ini. Mereka pun sekaligus dirugikan dengan jumlah nominal pembayaran listrik yang tergolong cukup tinggi lantaran kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL).
Seperti yang terjadi Selasa (2/5/2017) dan hari ini, listrik padam semalaman. Dimulai sejak petang. Kemudian padam usai Maghrib. Menyala sebentar usai Isya. Kemudian padam lagi hingga dini hari. Sekitar pukul 00.30 wib kembali menyala. Lalu padam lagi. Dan kembali menyala sekitar pukul 03.00 WIB pagi.
Kendati listrik sering padam, namun pembayaran tetap membengkak. Seperti diungkapkan oleh salah seorang warga Tanjung Baru, Baturaja Timur, Ari, yang mengaku kesal dengan pembayaran listrik yang tetap tinggi nominalnya. Padahal listrik selalu padam.
Ari menyayangkan pihak PLN yang tidak mengimbangi pelayanannya yang sering memadamkan listrik.
“Ya, padahal bayaran listrik sudah mahal, tapi sayangnyo masih sering mati. Apalagi pemadamannyo tanpa ada pemberitahuan sebelumnya,” ujar ayah dua orang anak ini kesal.
Senada disampaikan Darwin, warga Baturaja lainnya. “Tarif listrik naik terus, tetapi pelayanannya tidak ada perubahan, malah tambah parah. Harusnyo pemerintah jangan maen asal naek bae,” gerutunya.
Dirinya pun merasa sangat dirugikan dengan sering padamnya listrik di Kabupaten OKU. “Jelas rugi lah. Banyak gawean urung. Belum lagi orang yang punya usaha pake listrik,” sambungnya menyesalkan.
Di media social facebook, gerutuan tentang pemadaman listrik ini jadi hot issue. Banyak facebooker yang menulis status tentang PLN.
Seperti diungkapkan Josi Robet, yang menuliskan : “Negeri Rakyatnya makin Tertindas tetapi Para Wakil Rakyat hany Diam…Bagaimana dg Tingginya Harga Listrik 900V 200.000/bln bayaran anak sekolah 500.000 /2 orang ongkos bekerja 300.000/Bln kebutuhan Papan 300.000/bln Biaya nelp. 50.000/bln bayar PAM 150.000/bln kebutuhan LPG 70.000/bln Beli beras 250.000/bln beli lauk 350.000/bln tabungan Rumah 500.000/bln jd kebutuhan minimal berkisar antara Rp.2.370.000.- bagaimana dh Pendapatan para Buruh UmR hanya 1.800.000- PNS berkisar antara 2.500.000.’ bagaimana dg mereka yang merokok bagaimana dg yang ada anak Kuliah’ bagaimana dg yang Ngontrka Rumah belum jg dg Undangan’ bagaimana dg orang yang memiliki kebutuhan kredit dan banyak lg…”
“Artinya kehidupan di Negeri ini sangat menyedihkan, di mana mereka wakil rakyat yang seolah-olah menangis dengan kebijakan oleh Pemerintah DPR RI pun semuanya masih belum terbangun dr tidur Pulasnya…bagaimana dg Petani Karet yang harga karet level Terendah….Inikah yang katanya Pemerintah atau Presiden yang Pro Rakyat? Dg Rakyat yang tercekik di Negeri Sendiri….”, tulisa akun tersebut. (Wid)











