Laporan: Diaz Erlangga
Palembang, Sumselupdate.com- Mendekati Pemilu 2024 yang akan dilaksanakan serentak mulai dari Pilpres, Pilkada, dan Pileg, menjadi keharusan untuk saat ini masyarakat mendapatkan edukasi politik.
Hal itu agar masyarakat tidak salah memilih calon pemimpin selama lima tahun ke depan hingga 2029.
Seperti yang dilakukan Lintas Politika Indonesia tadi malam Senin (23/5/2023), dengan menggelar diskusi yang menghadirkan sejumlah peserta dalam kontestasi pemilu 2024 terkhusus di lingkup Sumatera Selatan, yang berlangsung di Guns Cafe Jalan Tasik, Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang.
Direktur Eksekutif Lintas Politika Indonesia, Kms Khoirul Mukhlis menyampaikan diskusi dengan tajuk ‘Diskusi Swara Kandidat’, merupakan upaya dari pihaknya memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemahaman politik.
“Pemilu haruslah disambut dengan ceria dan riang gembira, acara ini salah satu bagian dari edukasi politik kepada masyarakat. Terutama pemilih pemula yang bakal mendominasi Pemilu 2024 mendatang,” sebut Mukhlis.
Kms Mukhlis yang juga mantan komisioner KPU Kota Palembang menyampaikan Diskusi Swara Kandidat kali ini merupakan edisi perdana di tahun 2023. Nantinya kegiatan ini akan rutin digelar jelang kontestasi Pemilu dengan menghadirkan para kandidat baik Pileg, Pilkada dan partai politik peserta Pemilu 2024.
Dalam edisi perdana ini setidaknya Lintas Politika Indonesia menghadirkan lima kandidat. Masing-masing Nurkholis,SH,MH (Bacalon DPD RI), Hj Reni Astuti,SH, SpN (Bacaleg DPR RI dari Partai Nasdem), Ir Permana (Bacaleg DPRD Sumsel dari Partai Gerindra), Fajar Febriansyah,ST (Bacaleg DPRD Kota Palembang dari PAN) serta Yudha Pratomo,Ph.D (Balon Walikota Palembang dari Partai Demokrat).
Seperti Fajar yang dikenalkan lebih dulu, sebagai politisi muda dari Partai Amanat Nasional (PAN) dirinya menyatakan tekadnya membawa aspirasi kalangan milenial Dapil Palembang 2.
Untuk lebih kenal Fajar yang selama kurun satu dasawarsa terakhir dipercaya sebagai Tenaga Ahli anggota DPR RI asal Sumsel, Ir Ahmad Hafisz Tohir ini.
“Keinginan maju mencalonkan diri sebagai Calon Anggota DPRD Sumsel salah satunya ingin menyuarakan aspirasi kalangan muda. Karena di Pemilu 2024 mendatang kita mendapatkan bonus demografi dengan lonjakan pemilih pemula yang mendominasi di Pemilu kali ini,” imbuhnya.
Kemudian selanjutnya keterwakilan perempuan pada edisi perdana ini Reni Astuti juga menyampaikan hal senada yang kini maju mewakili Dapil Sumsel 1 dari Partai Nasdem.
Reni sendiri secara jelas menyatakan niatnya mencalonkan diri dalam kontestasi Pileg DPR-RI dengan tagline yang banyak menyebar di baliho miliknya #2024kembalikessnayan.
“Selama kurun waktu 21 tahun saya bekerja sebagai notaris/PPAT. Dan sejak tahun 2014 berkecimpung di dunia politik hingga di Pileg duduk sebagai anggota DPR RI walau hanya selama dua tahun sembilan bulan,” ujarnya.
Sementara bagi Permana yang selama kurun waktu lebih dari 25 tahun lamanya menjadi birokrat terhitung sudah lima gubernur berbeda, di masa pensiunnya memilih maju sebagai Caleg dari partai besutan Prabowo Subianto.
Nurkholis yang merupakan mantan Ketua Komnas HAM menyatakan keinginannya mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI salah satunya ingin membangun dan menghidupkan kembali artefak serta membangun narasi Sumsel terutama Kota Palembang yang dikenal sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya.
Pengamat politik di Sumatera Selatan Dr Markoni Badri menyebut saat ini sebagian besar calon pemilih di Pemilu 2024 merupakan pemilih irasional. “Dengan pemilih yang irasional ini bagaimana setiap calon diharapkan bisa mem-branding diri supaya pemilih tidak ragu-ragu dalam menentukan pilihan. Termasuk harus perkuat jaringan serta finansial yang mumpuni,” tutupnya. (**)











