Lima Raperda Sumsel Tahun 2016 Diajukan

GubernurSumsel H Alex Noerdin resmi mengajukan lima Raperda pada rapat paripurna XIX DPRD Provinsi Sumsel , Senin (19/9/2016)

Palembang, Sumselupdate.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) resmi mengajukan lima rancangan peraturan daerah (perda)  pada rapat paripurna XIX DPRD Provinsi Sumsel, Senin (19/9/2016).

Rapat paripurna  yang dipimpin oleh Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramandha N Kiemas dan didamping jajaran Wakil Ketua DPRD Sumsel, anggota DPRD Sumsel dan sejumlah kepala dinas dan SKPD terkait.

Bacaan Lainnya

Lima Raperda tersebut yakni Raperda tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, Raperda tentang rencana induk pembangunan kepariwisataan Provinsi Sumsel tahun 2016-2025, Raperda tentang perubahan atas peraturan daerah No 5 Tahun 2016 tentang pembentukan PT Sriwijaya Mandiri Sumatera Selatan, Raperda tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah provinsi Sumsel dan Raperda tentang penambahan penyertaan modal pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pada Perseroan Terbatas Bank Pembangunan  Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

Dalam uraiannya Gubernur menjelaskan untuk Raperda tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup menilai lingkungan hidup merupakan anugrah tuhan yang Maha Esa yang wajib dilestarikan dan dikembangkan agar tetap menjadi  sumber penunjang hidup bagi manusia dan mahluk  hidup lainnya demi kelangsungan dan peningkatan kualitas hidup itu sendiri.

Kualitas lingkungan hidup yang semakin menurun telah mengancam kelangsungan peri kehidupan kemanusiaan dan mahluk hidup lainnya, demikian juga dengan pemanasan global yang semakin meningkat  mengakibatkan perubahan iklim yang dapat memperparah  penurunan kualitas lingkungan hidup, untuk itu perlu dilakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang sungguh-sungguh dan konsisten oleh semua pemangku kepentingan.

Pada bagian lain sektor pariwisata banyak menjadi andalan berbagai negara dalam menghasilkan devisa serta memiliki pengaruh yang luas terhadap pendapatan masyarakat, tidak sedikit masyarakat yang mengembangkan usaha ekonomi kreatif menggantungkan diri dari usaha sektor kepariwisataan, meskipun pariwisata bukanlah merupakan tujuan akhir namun sektor ini merupakan salah satu alat untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.

“Untuk itu pada kesempatan ini kami mengajukan pembangunan pariwisata Provinsi Sumatera Selatan tahun 2016-2025,” kata Gubernur.

Mengenai Raperda tentang perubahan atas peraturan daerah No 5 Tahun 2016 tentang pembentukan PT Sriwijaya Mandiri Sumatera Selatan pada awal tahun 2016 DPRD Sumsel dan Gubernur Sumsel telah menyetujui perda No 5 tahun 2016 tentang pembentukan perseroan terbatas Sriwijaya Mandiri Sumatera Selatan namun sampai saat ini pembentukan perseroan dimaksud belum dapat direalisasikan dikarenakan terbatasnya kemampuan keuangan Pemerintah Provinsi Sumsel.

Tentang Raperda tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah provinsi Sumsel dijelaskan Gubernur undang-undang No 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah mebawa perubahan yang signifikan terhadap pembentukan perangkat daerah yakni prinsip tepat fungsi dan tepat ukuran (rightsizing) berdasarkan beban kerja yang sesuai dengan kondisi nyata di masing-masing daerah, hal ini sejalan dengan prinsip penataan organisasi perangkat daerah yang rasional , proporsional, efektif dan efisien.

“Dalam rangka mewujudkan perangkat daerah sesuai dengan prinsip desain organisasi yang didasarkan pada asas efisiensi,  tata kerja yang jelas, fleksibilitas, urusan pemerintahdan potensi daerah serta tindaklanjut PP No 18 tahun 2016 tentang perangkat daerah, pada kesempatan ini kami mengajukan Raperda tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah provinsi Sumsel,”  katanya.

Mengenai Raperda tentang penambahan penyertaan modal pemerintah provinsi Sumatera Selatan pada Perseroan terbatas Bank Pembangunan  Daerah Sumatera Selatan Dan Bangka Belitung dinilai  PT Bank Sumselbabel telah memberikan banyak kontribusi bagi pendapatan asli daerah dan menunjang berbagai proyek pembangunan di Sumsel.

Sehubungan dengan hal tersebut guna lebih mengoptimalkan perannya dalam pembangunan perekonomian daerah dan nasional perlu menumbuhkan budaya korporasi dan profesionalisme antara lain melalui perluasan jaringan perbankan dan peningkatan modal usaha.

“Sehubungan dengan hal tersebut maka pada kesempatan ini kami mengajukan Raperda tentang perubahan perda No 14 tahun 2011 tentang penambahan penyertaan modal Pemerintah Provinsi Sumsel pada PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung dan perubahan atas perda No 5 tahun 2016 tentang pembentukan perseroan terbatas Sriwijaya Mandiri Sumatera Selatan,” kata Gubernur.

Sedangkan Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramandha N Kiemas mengatakan rapat paripurna akan dilanjutkan, Rabu (21/9). (Ery)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.