Muratara, Sumselupdate.com - Penyaluran air bersih kepada masyarakat sudah lima bulan ini terkendala. Tidak itu saja, kalaupun disalurkan mutu airnya kurang bersih dan keruh. Usut punya usut terkendalanya distribusi air kepada masyarakat disebabkan sudah lima bulan biaya operasional PDAM Rupit belum dicairkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara.
Dijelaskannya biaya operasional sangat dibutuhkan, karena dana tersebut dipergunakan untuk biaya penyaringan dan juga pemeliharaan mesin.
Terpisah, Kepala Dinas PU Hendriansyah melalui Kabid CK Insan Bunayu membenarkan bahwa anggaran operasional untuk PDAM belum cair. Untuk diketahui keterlambatan pencairan bukan kesalahan dari pihaknya, tetapi dari IKK lantaran belum memperbaiki administrasi.
“Nah yang menjadi persoalan sekarang Kepala IKK belum ada, maka dari itu biaya operasional PDAM belum cair sampai detik ini, “jelasnya.
Masih katanya anggaran biaya operasional perbulannya rata-rata Rp 3 juta. Bisa juga lebih lebih tergantung dengan kebutuhan mereka.
“Ya rata-rata Rp 3 juta perbulan, akan tetapi ada juga yang lebih tergantung dengan kebutuhan mereka, “kata Insan.
Ia menambahkan sekarang PDAM Muratara sudah berbentuk UPTD dan untuk kepala UPTD sendiri belum ada. Diharapkan kekosongan tersebut secepatnya dapat terisi, agar bisa mengurusi operasional PDAM yang ada.











