Jakarta, Sumselupdate.com – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong Perpustakaan Nasional (Perpusnas) tidak hanya menyimpan naskah kuno, tetapi juga memanfaatkannya secara maksimal untuk meningkatkan literasi nasional.
“Potensi yang dimiliki Perpusnas harus mampu mendorong minat baca masyarakat. Naskah yang sudah didigitalisasi jangan hanya disimpan. Pemanfaatan secara maksimal harus segera direalisasikan,” kata Lestari di Jakarta, Selasa (14/4).
Data internal Perpusnas per 2026 mencatat, total koleksi naskah nasional mencapai 143.259 eksemplar, baik di dalam maupun luar negeri. Namun yang tersimpan di Perpusnas baru 13.318 naskah. Dari jumlah itu, yang sudah didigitalisasi hanya 7.987. Akibat efisiensi anggaran, target penyelamatan naskah turun drastis dari 10.300 menjadi 2.165 naskah.
Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, naskah kuno adalah bukti tradisi intelektual bangsa. Jika tidak diarusutamakan sebagai bahan belajar, maka upaya pelestarian kehilangan makna.
Rerie berpendapat naskah Nusantara mengandung kearifan lokal yang relevan untuk pembangunan masa depan. Sehingga, upaya Perpusnas menyelamatkan naskah saja tidak cukup.
Baca juga : Antusiasme Generasi Muda Menggema di Pembukaan LCC Empat Pilar MPR RI di Jateng
Peran Perpusnas mendorong peningkatan literasi masyarakat juga harus konsisten dilakukan. Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menjelaskan, mengupayakan kemudahan masyarakat mengakses naskah Nusantara merupakan bagian dari upaya meningkatkan literasi masyarakat.
Baca juga : Wakil Ketua MPR RI Ibas: Indonesia Harus Kuat Hadapi Gejolak Global
“Merawat naskah berarti merawat akal budi bangsa. Jangan sampai upaya penyelamatan naskah kuno ini hanya jadi langkah administrasi semata,” tegas Rerie. (duk)











