Palembang, Sumselupdate.com – Insiden ledakan tabung gas elpiji 12 kilogram di Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II (Lemabang), Palembang, menelan 2 korban jiwa.
Dari 9 korban yang mengalami luka bakar serius, 2 di antaranya meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Korban pertama adalah Dewi Rohayati, istri pemilik rumah Muhammad Asro atau yang akrab disapa Bobby.
Dewi mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan intensif di RS Pelabuhan Boombaru Palembang pada Sabtu malam (31/1/2026).
Korban kedua bernama Sumarni (63), yang merupakan pembantu rumah tangga di rumah tersebut. Sumarni dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (1/2/2026).
Kabar duka ini dibenarkan oleh Lurah 3 Ilir, Riki Yudha Mirangga SH MSi. Ia menyebutkan kedua korban mengalami luka bakar sangat parah dengan tingkat kerusakan mencapai sekitar 80 persen.
“Benar, korban atas nama Dewi meninggal kemarin sore. Saya juga sempat menghadiri pengajiannya semalam,” ujar Riki.
Ia menambahkan, korban lainnya hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RS Pelabuhan Boombaru Palembang. Rencananya, jenazah korban akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Kandang Kawat.
Insiden ledakan terjadi di Lorong Nepos, Jalan Ratu Sianum, Kelurahan 3 Ilir, pada Sabtu (30/1/2026).
Ledakan diduga dipicu kebocoran tabung gas elpiji 12 kilogram saat pemilik rumah tengah memasak dalam jumlah besar untuk persiapan sedekah ruwahan menyambut bulan Ramadan.
Ketua RW 06 Kelurahan 3 Ilir, Datim, mengatakan peristiwa tersebut diketahui setelah terdengar suara ledakan keras dari rumah warganya.
“Saat saya datang ke lokasi, warga sudah ramai membantu pemadaman. Beruntung api cepat dipadamkan,” ujarnya.
Meski api berhasil dikendalikan, ledakan hebat menyebabkan sebagian besar perabotan rumah terbakar dan kaca-kaca jendela rumah pecah.
Dari sembilan korban, tiga orang mengalami luka bakar paling serius hingga 80 persen, yakni Dewi Rohayati, seorang tetangga bernama Umi, serta pembantu rumah tangga bernama Muni.
Sementara korban lainnya, termasuk dua balita, mengalami luka bakar antara 30 hingga 50 persen.
Seluruh korban sempat dievakuasi dan dirawat intensif di RS Pelabuhan Boombaru Palembang.
Sementara itu, Kapolsek Ilir Timur II Kompol Muhamad Ismail membenarkan insiden tersebut.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, dugaan sementara ledakan dipicu kebocoran tabung gas elpiji yang tersambar percikan api.
“Akibat kebocoran tabung gas 12 kilogram yang tersambar api, terjadi ledakan dan menyebabkan sembilan orang menjadi korban,” kata Kapolsek.
(**)











