Ledakan Bom di Simulasi, Warga Panik Dikira Perang Sebenarnya

Selasa, 16 Februari 2016
Simulasi menjelang pelantikan tujuh bupati dan wakil bupati terpilih yang digelar aparat Polda Sumsel di gedung DPRD Sumsel, Selasa (16/2).

Palembang, Sumselupdate.com

Bunyi ledakan bom, tembak-tembakan pada saat mengepung teroris yang dilakukan secara terbuka di depan kantor DPRD Sumatera Selatan, membuat warga panik.

Warga mengira kejadian tersebut adalah peristiwa sebenarnya meski hanya simulasi yang dilakukan oleh jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel guna meningkatkan keterampilan dan kesigapan para anggota dalam menjalankan tugas Siaga Satu pasca-ledakan bom Thamhrin di Jakarta pusat maupun menjelang pelantikan tujuh bupati dan wakil bupati terpilih Rabu (17/2) besok.

Rekayasa simulasi terbuka yang diawali dengan upaya memaksa mundur pengunjukrasa ini mengejutkan aparat yang bertugas, karena ada ledakan bom dan reaksi perlawanan dari para teroris yang ternyata juga menunggangi pengunju krasa. Pasukan gabungan termasuk anti-huru hara diturunkan dalam simulasi tersebut.

Ledakan bom yang dilakukan oleh teroris dalam simulasi juga memakan dua korban jiwa. Bahkan , dalam persitiwa ini dua pengunjuk rasa terpaksa dilumpuhkan.

Akibat kejadian tersebut pengejaranpun dilakukan hingga ke sarang teroris, melalui operasi penyergapan/ polisi berhasil meringkus dan menembak mati pelaku terorisme.

Direktur Shabara Polda Sumsel, Kombes Pol Imron Korry, Selasa (16/2) mengatakan, kejadian ini merupakan simulasi kekuatan di Mapolda Sumsel untuk mengatasi aksi kericuhan dan terorisme serta melibatkan lebih dari enam ratus aparat.

“Ya ini sebagai simulasi untuk mesatikan kesiapan anggota untuk mengatasi berbagai ancaman termasuk teroris yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi,” kata Imron Korry.

Sementara itu, simulasi tersebut rupanya mengejutkan warga yang melintas di depan gedung DPRD Sumsel. Seperti yang diungkapkan warga Palembang bernama Maria.

Dia mengira benar-benar ada bom. Menurutnya simulasi sangat diperlukan untuk melatih mental aparat terhadap aksi kekerasan.

“ Ya kaget aja saya kira memang ada bom, tapi ya baguslah biar polisi selalu siap untuk menghadapi ancaman,” kata Maria.

Demi kelancaran dan membuat simulasi seperti kejadian sebenarnya, Polda Sumsel menutup akses Jalan POM IX Palembang. (adi)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.