PALI, Sumselupdate.com – Komaruddin (35), warga Desa Teluk Lubuk, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim tewas setelah satu jam terjepit di antara setir mobil dump truck yang dikendarainya, Jumat (14/10/2016) sekitar pukul 18.30 WIB.
Semua itu terjadi kendaraannya bertabrakan dengan truk tronton bak terbuka pengangkut kayu milik PT Musi Hutan Persada (PT MHP), di Jalan Raya Desa Talang Bulang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.
Berawal saat dump truck Toyota Dyna Hino warna merah dengan nomor polisi BM 9544 SU yang dikendarai Komaruddin melaju dari arah Pendopo.
Karena jarak pandang yang terbatas, akibat derasnya guyuran hujan, saat bersamaan dari arah berlawanan melaju tronton tanpa nomor polisi yang di kendarai Rendi (25), warga Simpang Raja, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI beriringan dengan sepeda motor dan mobil Toyota Avanva dengan jarak beberapa meter.
Diduga dengan kecepatan tinggi, tronton mencoba mendahului sepeda motor di depannya. Dengan bodi panjang tronton memaksa mendahuli sepeda motor, sehingga tabrakan tidak terelakan dan membuat Komarudin terjepit di antara setir mobil.
Meski banyak kendaraan yang melintas, namun kondisi hujan deras membuat evakuasi korban terpaksa menunggu anggota Unit Lantas Polsek Talang Ubi tiba di lokasi kejadian.
Namun, proses evakuasi memakan waktu cukup lama dengan waktu satu jam lamanya dan langsung dilarikan ke rumah sakit di Prabumulih, namun nyawanya tidak terselamatkan.
Kapolsek Talang Ubi Kompol Victor Eduard Tondaes melalui Kanit Lantas Iptu Noerdin mengatakan saat dilarikan ke rumah sakit korban yang banyak mengalami luka dan tangan patah masih hidup. Setelah sempat dirawat di rumah sakit korban akhirnya meninggal dunia.
“Kedua kendaraan tersebut sudah dievakuasi ke Polsek. Dari keterangan saksi tronton mengambil jalur kanan saat hendak mendahului sepeda motor, kemungkinan karena bodi terlalu panjang hinga terjadi tebarakan lantaran dari arah berlawanan datang dupm truk,” jelasnya.
Sementara, Lizar (24), warga setempat yang melihat kecelakan mengatakan bahwa korban Komaruddin cukup sulit dievakuasi dari tempat duduknya karena terjepit. “Harus menggunakan tali dengan ditarik kendaraan lain, untuk mengevakuasi korban dari tempat duduknya,” katanya. (adj)











