Larang Angkutan Batubara di Jalan Umum, Sekda: Kita Tetap Siapkan Solusi

Sekda Nasrun Umar saat menemui para pendemo.

Palembang, sumselupdate.com – Keputusan pemerintah provinsi tetap melarang angkutan batubara melintas di jalan umum bukanlah keputusan yang sesaat lalu diterapkan. Namun telah dilakukan dengan kajian yang cukup lama dengan melibatkan pihak-pihak berkepentingan, hingga kemudian melakukan pelarangan seperti yang ada saat ini.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Nasrun Umar, Kamis (22/11/2018) menyampaikan setelah dirinya pada Rabu kemaren menerima, menyimak, sekaligus menanggapi aspirasi masyarakat Provinsi Sumsel khususnya dari ratusan sopir angkutan batubara yang berasal dari sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Sumsel antara lain Muaraenim, Lahat, PALI, Prabumulih dan Musi Banyuasin.

Bacaan Lainnya

Tentu jauh sebelumnya telah mengkaji sebelum membuat aturan, Pemerintah Provinsi Sumsel telah memberikan 3 solusi, mulai dari jangka pendek, jangka menengah hingga jangka panjang, terkait hal tersebut. Peraturan Gubernur Nomor 74 tahun 2018 dikeluarkan telah dikaji berdasarkan beberapa kajian yang dimana sudah pasti Pemprov Sumsel memberikan solusi bagi masyarakat.

Menurut Nasrun, mulai dari jangka pendek, Gubernur Sumsel Herman Deru telah memanggil pemilik jalan jalur khusus servo PT Titan Energy untuk dapat mengangkat batubara. Namun, sistem jalan angkutan batu bara tersebut tidak boleh menggunakan mobil keci, hanya sampai stockpile.

“Jadi dari stockpile baru diangkut oleh mobil-mobil PT Titan menuju Muara Lematang,” katanya.

Kemudian lagi untuk jangka menengah, Nasrun telah mengusulkan untuk dibuatkan jalur khusus yang akan dipakai para angkutan batu bara.

“Saya yang saat ini selaku Sekda Sumsel sekaligus juga pernah menjabat Kadishub, Saya merasa punya tanggung jawab untuk selalu memikirkan ini,” tuturnya.

Sementara upaya lain untuk jangka panjangnya, dikatakan Nasrun lagi, Gubernur Sumsel juga telah memberikan rekomendasi persetujuan izin prinsip kepada perusahaan untuk membuat jalur angkutan khusus batu bara.

“Jadi bukan tidak ada jalan keluar. Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel beserta jajaran berada pada kepentingan masyarakat juga. Karena keberhasilan Pemprov Sumsel adalah tidak membuat masyarakat susah,” pungkas Nasrun. (adi)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.