Langkah-langkah Menentukan Kebutuhan Informasi: Saluran Informasi

Tia Nadipa (Mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang)

SALURAN informasi masih jarang sekali diketahui oleh setiap orang. Padahal hal ini merupakan satu hal yang sangat berkaitan dengan kehidupan manusia. Berawal dari sebuah adanya informasi, sarana yang digunakan akan mempermudah manusia sehingga hal itulah yang dinamakan saluran informasi.

Dengan begitu, adanya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan saluran informasi, serta mengetahui bagaimanakah suatu sistem informasi dapat berjalan dengan baik.

Bacaan Lainnya

Dalam penelitian ini, dominan metoe yang dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan melakukan penjabaran atas pengertian dan sumber-sumber informasi itu sendiri.

Ditambah lagi, penggunaan metode dengan teknik sampling, yakni simple random sampling. Penggunaan metode tersebut bertujuan untuk mendapatkan suatu data yang valid dengan menggabungkan beberapa teknik pengumpulan data, mulai dari observasi, dokumentasi , dan wawancara.

Hasil dari studi ini akan menunjukkan bahwa secara umum, saluran informasi adalah suatu media yang menjadi penghubung antar-manusia.

Dengan memberikan sebuah petunjuk pada seseorang untuk mendapatkan kemudahan dalam mengakses sumber informasi.

Selain itu, adanya penelitian ini pun memberikan beberapa manfaat supaya para pembaca dapat mengetahui dan memahami secara rinci dan luas mengenai suatu informasi berasal hingga saluran informasi itu sendiri yang merupakan wadah setiap individu untuk bertukar pesan.

Hal ini akan dijelaskan, baik secara general maupun secara spesifik. Maka dari itu, dengan adanya penelitian ini setiap masyarakat diharapkan telah mengetahui dari apa yang telah dijelaskan sehingga dapat membantu masyarakat melakukan sebuah hubungan.

Kata Kunci: Saluran Informasi; Komunikasi; Informasi

Terdapat dua hal yang saling berkaitan ibarat dua sisi koin, yaitu pada zaman sekarang sebagaimana perkembangan ilmu pengetahuan akan selalu diikuti dengan perkembangan teknologi.

Hal tersebut pun memengaruhi terhadap semakin pesatnya penyebaran informasi saat ini. Kebutuhan terhadap suatu informasi akan selalu muncul ketika seseorang telah menyadari bahwa mereka tidak memiliki atau kekurangan pengetahuan atau pemahaman untuk mencapaisebuah tujuan atau menjawab pertanyaan, dan lain sebagainya (Batley, 2007: 19).

Sebagian besar penelitian menunjukkan tentang penemuan adanya saluran informasi yang telah difokuskan terhadap seluruh masyarakat mulai dari orang dewasa ataupun anak-anak.

Namun, nyatanya masih saja minim ditemukan yang memfokuskan pada remaja (Shenton, 2004). Kebutuhan akan informasi selalu dapat terjadi tanpa pandang usia, akan selalu terjadi dan dirasakan baik seluruh lapisan masyarakat, dan entah datang di waktu kapan saja. Dengan begitu, kebutuhan terhadap suatu informasi akan sangat mungkin terjadi pula pada remaja yang sedang mengalami masa pubertas dan krisis identitas.

Akan tetapi, dari setiap golongan tentu harus memahami bahwa apa yang dimaksud dari informasi itu sendiri. Sebab suatu informasi bukanlah suatu pesan yang hanya diberikan, melainkan merupakan sebuah hal yang dapat dijadikan tanggung jawab seorang informan.

Selain itu, seseorang juga harus mengetahui apa yang dimaksud dengan saluran informasi, baik secara general maupun spesifik.

Sebab, ketika seseorang berkomunikasi, salah satu wadah yang dibutuhkan ialah sebuah saluran informasi sebagai medianya. Oleh karena itu, setiap individu harus dapat memahami dan juga mengerti bahwa apa arti, lalu tujuannya, serta manfaat dari saluran informasi itu sendiri.

Hal tersebut dianggap sangat penting untuk diketahui karena di setiap kehidupan individu tidak jauh dari yang namanya interaksi sehingga sebuah informasi pun menjadi salah satu hal yang berada di dalamnya. Dengan demikian, setia individu harus memahami terlebih dahulu media penyampaiannya yang disebut saluran informasi.

Saluran informasi adalah suatu media penghubung yang memberikan petunjuk pada seseorang untuk dapat mengakses sumber informasi. Saluran informasi ada banyak bentuknya dapat berupa seorang teman, ahli, dalam bentuk surat kabar atapun buku.

Ketersediaan sumber dan  saluran informasi berkaitan dengan kondisi sosial yang akan menentukan perilaku informasi seseorang.

Kondisi sosial yang sifatnya kekurangan informasi dikenal dengan istilah information poverty (Chatman dalam Burnett & Jaeger, 2008).

Kondisi ini menggambarkan sebuah  keadaan disuatu tempat yang sangat minim pada keberadaan suatu sumber informasi, serta hanya terdapat informasi yang out of date atau jauh di luar kondisi terkini.

Hal tersebut akan berdampak pada aktivitas orang-orang yang tinggal di tempat tersebut. Mereka akan jarang mengakses informasi sehingga apabila ada informasi akan dianggap sebagai suatu hal yang tidak berguna.

Menurut penjelasan dari Wilson (1997), kebutuhan informasi adalah sebuah pengalaman subjektif yang hanya terjadi pada pikiran seseorang ketika dalam kondisi membutuhkan.

Dengan kata lain terjemahan informasi adalah sebuah data yang telah diciptakan, dan biasanya ditempatkan di suatu media, serta memiliki arti untuk dapat dimengerti oleh penerima. Dengan begitu, setiap penerima informasi akan memiliki pandangan dan tujuan yang berbeda ketika mendengar sebuah informasi yang sama.

Selain itu, informasi dalam arti sempit berhubungan dengan pesan dalam pengambilan keputusan, sedangkan dalam arti luas berkaitan dengan proses interaksi antara dua hal, contohnya interaksi pikiran seseorang ketika membaca buku atau tulisan (pikiran dan teks), proses tersebut memberikan pengaruh pada pikiran, karena adanya pemahaman.

Di dalam dunia ini dan di dalam kehidupan sehari-hari, kita tentu sangat membutuhkan sistem informasi untuk keberlangsungan komunikasi antar setiap individu atau kelompok-kelompok yang membutuhkannya. Sebab, mengingat kodrat manusia sebagai makhluk sosial, adanya suatu komunikasi hal wajib dan mendasar untuk dijadikan patokan dalam bertahan hidup. (**)

Penulis:  Tia Nadipa dan Ahmad Wahidi, SAg, SIP, MPdI. (Mahasiswa dan Dosen Ilmu Perpustakaan UIN Raden Fatah Palembang)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.