Sejumlah tahapan telah dilakukan, mulai dari pembentukan tim efektif, koordinasi lintas sektor, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) pertukaran data kelahiran, penyusunan arsitektur interoperabilitas, dokumentasi API Bridge hingga uji coba menggunakan data dummy.
“Saat ini program ini sudah mulai berjalan di beberapa rumah sakit, puskesmas dan bidan di Palembang. Di antaranya di RSUD Palembang Bari, RSUD Gandus, Klinik Pak Haji dan Bidan Vitri Suzanti,” ungkap Adi.
Pemkot Palembang berharap penerapan SINERGI 5.0 dapat memangkas proses administrasi bagi keluarga yang baru memiliki bayi.
Dengan integrasi tersebut, orang tua diharapkan dapat lebih fokus menyambut kelahiran anggota keluarga baru, sementara pengurusan dokumen kependudukan dilakukan secara lebih sederhana melalui pemanfaatan teknologi digital.
(**)











