Kuryana Turun Tangan Terkait e-KTP

Bupati OKU Drs Kuryana Azis

Baturaja, Sumselupdate.com – Menyikapi masih adanya sekitar 19 000 warga Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) belum melakukan rekap E-ktp, Bupati OKU Drs H Kuryana Azis mengelar rapat dengan para Camat dan Dinas Pendudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat.

Bupati “turun tangan” memimpin langsung rapat didampingi Setda OKU H Marwan Sobrie yang dilaksanakan di Ruang Bina Praja, Rabu (7/9).

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan itu Bupati mengimbau agar para camat untuk bekerja ekatra untuk menyampaikan mengenai perekapan e-KTP ini ke masyarakat. Sebab jelas batas akhir perekapan paling lambat 30 September mendatang.

“Ingatkan ke masyarakat agar segera melakukan perekapan. Sebab jika batas waktu akhir selesai perekapan tidak bisa lagi dilakukan. Sampaikan juga pada lurah dan pihak pemerintah desa,” ungkapnya.

Masih adanya e-KTP belum terekam kata Bupati bukan hanya di OKU. Bahkan dibeberapa daerah juga mengalami hal sama.

Perekaman E-KTP sesuai disampaikan pihak Mendagri hingga saat ini masih 1 juta masyarakat di Indonesia belum melakukan perekaman e-KTP. Termasuk di OKU.

“Makanya kita lakukan rapat bersama hari ini, bersama para camat di wilayah OKU dan Disdukcapil,” kata Bupati.

Dari hasil pertemuan itu, yang menjadi kendala antara lain karena adanya kerusakan alat perekaman di beberapa kecamatan. Seperti halnya, di Kecamatan Lengkiti dan Baturaja Barat. Alat itu sudah dibawa ke Kementrian Dalam Negeri untuk dilakukan perbaikan.

“Perbaikan itu sampai sekarang belum selesai. Kita tidak bisa memperbaiki alat itu. Ini salah satu kendala,” katanya.

Untuk menyikapi hal itu, kita akan melakukan perekaman ke Kecamatan terdekat. Misalnya, warga lengkiti melakukan perekaman ke Kecamatan Sosoybuay Rayab. Kecamatan Baturaja Barat ke Kecamatan Baturaja Timur. Sehingga diharapkan, perekaman ini bisa tuntas tepat waktu.

“Ini tugas camat sebagai perpanjangan Bupati untuk mengajak danmenyampaikan hal itu ke masyarakat. Saya juga mengajak kepada masyarakat agar segera melakukan perekaman e-KTP,” kata Bupati kendala lain ada juga masyarakat belum membawa surat pindah ke dari wilayah asal ke wilayah tempat tinggalnya.

Kadisdukcapil OKU, H Ajahari mengatakan hingga saat ini 19 ribu lebih belum melakukan perekaman e-KTP. Hal itu disebabkan berbagai hal diantaranya banyaknya kerusakan alat perekam di setiap kecamatan serta dan masih banyaknya masyarakat melakukan perekaman di berbeda tempat.

Terkait batas waktu yang diberikan Kemendagri yakni batas akhir perekaman 30 September dan batas penyelesaian Double 31 Desember.

“Kita optimis akan selesai pendataan dan perekaman ini. Kami juga mengajak kepada masyarakat proaktif silahkan lapor dan mendatangi tiap kecamatan dan kantor Disdukcapil,” harapnya.(Yan)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.