Kurir Narkotika 25 Kg Dituntut Hukuman Mati

Palembang, Sumselupdate.com – Terdakwa Taufik Hidayat kurir Narkotika jenis sabu seberat 25 kilogram, dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel.

Dalam amar tuntutannya, JPU menyatakan terdakwa bersalah dan terbukti telah melanggar Pasal 114 ayat (2) UU Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Bacaan Lainnya

“Atas perbuatanya terdakwa dituntut dengan hukuman vonis mati,” kata JPU.

Mendengar tuntutan tersebut, melalui kuasa hukumnya, terdakwa Taufik Hidayat akan menyiapkan pledoinya pada agenda sidang selanjutnya.

Melansir dari laman SIPP PN Palembang, terdakwa Taufik Hidayat alias Opik diminta oleh seorang bernama Rahman (DPO) untuk mengambil paket yang di maksud di Kabupaten Pali, lalu diantarkan ke kawasan Kota Sekayu.

Taufik Hidayat menyetujui perintah tersebut dengan imbalan yang dijanjikan oleh Rahman (DPO) sebesar Rp. 15.000.000.

Dengan menggunakan mobil, Taufik langsung menuju lokasi yang telah ditentukan, dan setibanya di jalan Palembang-Sekayu, jalur simpang empat Balai Agung, Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, terdakwa menemui dua orang yang tidak dikenal, yang meletakan 1 kardus berwana coklat kedalam mobil yang dikendarai terdakwa.

Tak lama kemudian, petugas dari Direktorat Reserse Narkotika Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melakukan penangkapan terhadap terdakwa, namun 2 orang laki-laki tersebut melarikan diri dengan mengendarai mobilnya.

Sementara itu, dikonfirmasi pada Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman, SH, MH, menyatakan bahwasanya tidak ada hal-hal yang meringankan dalam pertimbangan tuntutan yang dijatuhkan pada terdakwa.

“Yang pertama dengan pasal yang dikenakan, pasal 114 ayat 2 tentang narkotika, serta banyaknya barang bukti yang didapat dari terdakwa. Untuk itu JPU menuntut terdakwa dengan hukuman mati,” ujar Khaidirman, Jum’at (11/6/2021). (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.