Kuota JBT di OKU Dibatasi, Antrean Kendaraan di SPBU Mengular

Kamis, 5 April 2018
Antrean kendaraan di SPBU Air Karang Baturaja.

Baturaja, Sumselupdate.com – Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT)  di Kabupaten OKU dibatasi, Hal ini membuat antrian di beberapa SPBU di kota Baturaja. Gara-gara kuota pengiriman dikurangi, warga Kabupaten OKU sudah sejak sebulan ini kesulitan membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di wilayah tersebut.

Eko (31) warga RS Sriwijaya saat dibincangi, Kamis (5/4/2018) mengaku sudah sejak sebulan terakhir kesulitan membeli solar di SPBU. “Antrean kendaraan yang beli solar di SPBU sejak pagi sudah sangat panjang. Ironisnya, saat siang hari sekitar pukul 12.30, stok solar sudah ludes,” ungkapnya.

Read More

Kondisi ini kata Eko, tentu saja membuat warga OKU yang memiliki mobil berbahan bakar solar menjadi pusing tujuh keliling. Bahkan, warga terpaksa memarkirkan mobilnya di garasi gara-gara kesulitan membeli solar.

“Dari pagi hari sejak SPBU pertama kali buka antrean truk dan mobil pribadi yang beli solar sudah panjang sekali. Sehingga saat siang hari solar subsidinya sudah habis,” sesalnya.

Keluhan yang sama juga diutarakan Suryadinata (45) warga RS Sriwijaya yang mengaku kalau mobil Toyota Kijang LGX miliknya sudah sepekan ini tidak bisa dijalankan karena susah membeli solar. “Nak antre berjam-jam kito males. Kareno banyak gawe. Jadi lemakla di parkirke bae mobil dari pada pening,” cetusnya.

Suryadinata mengatakan, jika sudah terdesak, maka ia terpaksa membeli solar dex yang non subsidi, karena kalau tidak dilakukan kendaraan kesayangannya itu bisa mogok.

“Aneh jugo giliran solar dex stoknyo di seluruh SPBU banyak nian. Dan pacak dihitung jumlah kendaraan yang antre. Padahal di OKU ini banyak perusahaan pertambangan dan perkebunan. Kemano nian mereka itu beli solar non subsidinyo,” kata dia bingung.

Sementara salah seorang petugas di SPBU Air Karang yang enggan namanya disebutkan saat dikonfirmasi membenarkan bahwa kuota pengiriman solar ke tempatnya bekerja sejak sebulan terakhir berkurang.

“Biasanya dalam 6 hari kita dikirim solar sebanyak 6 kali. Namun sejak sebulan ini dalam 6 hari hanya dikirim 4 kali,” ungkapnya tanpa merinci jumlah kuota solar yang masuk ke SPBU Air Karang.

Kondisi itu kata dia, menyebabkan pihak SPBU Air Karang tidak bisa lagi melayani pembelian solar sampai malam hari, karena saat siang hari stok solar sudah habis terjual. “Ya jadinya mau tidak mau sekarang terjadi antrean panjang pembelian solar di SPBU kami setiap paginya,” bebernya.

Terpisah Humas Pertamina Wilayah Sumbagsel, Hermansyah Nasroen saat dikonfirmasi via pesan WhashApp mengatakan, untuk solar masuk dalam kategori Jenis Bahan Tertentu (JBT) yang bersubsidi dan kuota nya ditentukan pemerintah. “Pertamina hanya menyalurkan nya sesuai dengan kuota dan juga menyesuaikan dengan permintaan,” katanya.

Dia mengaku, belum memegang data kuota solar untuk wilayah OKU. “Nanti ya mas saya cari dulu info datanya,” kata dia. (wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts