Kunker ke Desa Persiapan, Kuryana Singgung Covid-19 dan Karhutla

KUNKER-Kunjungan kerja (Kunker) di Desa Marga Bhakti dan Desa Persiapan Sinar Bhakti Unit 11, Kecamatan Sinar Peninjauan, Kabupaten OKU, Kamis (13/8/2020).

Laporan : Armiziwadi

Baturaja, Sumselupdate.com-Bupati OKU Drs H Kuryana Azis didampingi Wakil Ketua DPRD OKU Joni Risdianto, SH, melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Desa Marga Bhakti dan Desa Persiapan Sinar Bhakti Unit 11, Kecamatan Sinar Peninjauan, Kabupaten OKU, Kamis (13/8/2020).

Turut mendampingi Kepala Dinas Pertanian Ir Joni Saihu, MSi, Kepala Dinas PU PR Chandra Dewana, ST, MM, Camat Sinar Peninjauan, kepala desa, RT, RW, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

“Desa Marga Bhakti merupakan desa yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan Sinar Peninjauan, dan sekarang ini setelah di kaunching Februari lalu, desa pemekaran yang kami beri nama Sinar Bhakti ini sudah mulai berbenah,” kata Plt Kepala Desa Sinar Bhakti Bambang.

Pembenahan yang dimaksud,
misalnya jika banyak masyarakat yang belum terdata atau terdaftar di Disdukcapil, maka masyarakat secara sukarela melakukan perekaman atau hal lainnya untuk melengkapi persyaratan kependudukan.

“Sebab pembentukan usulan desa persiapan untuk pemekaran desa ini merupakan kehendak masyarakat,” jelasnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD OKU Joni Risdianto menjelaskan, banyak pembangunan yang sudah dilakuman di Marga Bakti Unit 11dan Sinar Pinjauan.

“Mari kita saling dukung mendukung, saling bantu membantu. Apalagi dalam kepemimpinan Kuryana Azis-Johan Anuar sudah banyak berbuat untuk kemajuan. Mari kita bersinergi dengan Pemkab OKU agar program yang ada dapat terus berlanjut, dan apa yang nantinya diprogramkan akan selaras dengan harapan dari warga di desa ini,” ungkapnya.

Bupati OKU Drs Kuryana Aziz dalam kesempatan itu menjelaskan mekanisme berdirinya sebuah desa atau desa pemekaran, yakni jumlah penduduk, luas wilayah dan surat keterangan (SK) batas wilayah, merupakan hal yang penting dalam pengusulan pemekaran desa.

Sebagai bupati, dia sangat mendukung dan tidak akan menghambat jika syarat-syaratnya telah lengkap. Sebagaimana halnya Desa Marga Bhakti yang telah dimekarkan pada bulan Februari lalu menjadi Desa Persiapan Sinar Bhakti.

Dia menambahkan, setelah desa persiapan di-launching, baru kemudian setelah dua tahun berjalan, maka akan ada pihak yang mengevaluasinya, yakni Tim Provinsi Sumatera Selatan. Contohnya di Desa Kemilau Baru hasil pemekaran Desa Tanjung Baru, sudah 3 tahun dan sekarang sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda).

“Kalau desa kita ini sepertinya tidak ada masalah, hanya saja kita tinggal menunggu turunnya tim evaluasi saja, nantinya akan disiapkan kelengkapan administrasinya saja. Desa Marga Bhakti ini sangat luas sekali, makanya wajar untuk dimekarkan,” ujarnya.

Dalam kunjungan di kedua Desa Marga Bhakti dan Sinar Bhakti Kuryana Azis selalu menyinggung permasalahan saat ini, yakni penyebaran Virus Corona.

“Syukur Alhamdulillah di Desa Marga Bakti ini tidak ada warganya yang terpapar Covid-19. Kalaupun ada di Desa lain, Itupun datangnya dari luar kota yang anaknya bersekolah di Pulau Jawa,” bebernya.

Dengan adanya Covid-19, lanjut dia, semuanya ikut terkwna imbasnya, termasuk dana anggaran Pemkab OKU yang ditarik ke pusat jumlahnya mencapai 45 %. Bahkan Dana Desa yang biasa dikelola kepala deaa ikut dipotong sebesar 30 %.

“Jadi apa yang kita rencanakan untuk membangun ini dan itu akhirnya tertunda,” cetusnya.

Kemudian Kuryana membahas masalah persiapan untuk mencegah tidak terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten OKU. Dia menghimbau agar masyarakat jangan membuka lahan untuk berkebun dengan cara membakar.

“Akibatnya bukan saja diri kita, tapi orang lain yang menanggung akibatnya,” pungkasnya (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.