Baturaja, Sumselupdate.com – Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Baturaja Ahmad Yani mengungkapkan bahwa di penghujung 2018, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Baturaja masih berupaya menggenjot target pencapaian penerimaan sektor pajak di wilayah kerjanya.
Dikatakan Yani, pada tahun 2018 ini penerimaan sektor pajak di wilayah OKU Induk, OKU Timur dan OKU Selatan ditargetkan bisa tercapai 80 persen, dari Rp554 miliar pada 2018. “Kita masih kejar satu bulan lagi penerimaan, sebelum tahun anggaran 2018 berakhir,” ucapnya.
Hingga saat ini, disebutkan Yani, pencapaian penerimaan pajak di OKU raya baru mencapai 67 persen. namun ia optimis target bisa tercapai, menurutnya kepatuhan atau kesadaran wajib pajak perlu ditingkatkan hal ini mempengarui dan menjadi kendala dalam penerimaan.
Disebutnya, potensi untuk wajib pajak di Kabupaten OKU salah satunya berasal dari bendaharawan. “Potensi ini sebetulnya cukup baik,” timpalnya.
Selain itu harga komoditas yan tidak stabil dan cenderung turun, diakui Ahmad Yani turut mempengaruhi lambannya pencapaian target penerimaan pajak. “Seperti bisnis karet turut mempengaruhi. Begitu juga dengan harga komoditi sawit yang harganya lagi drop, juga ikut mempengaruhi hal ini,” tuturnya.
Dari tiga wilayah (OKU, OKUT, dan OKUS), sebutnya, potensi pajak paling besar ada di wilayah OKU. Salah satu potensi seperti dari sektor real estate. “Ini juga menjadi salah satu potensi pajak,” bebernya. (wid)











