Korban Dampak Gempa Filipina Bertambah, Korban Tewas 6 Orang dan 126 Luka-luka

Sabtu, 11 Februari 2017
Ilustrasi

Manila, Sumselupdate.com – Para petugas penyelamat terus melakukan pencarian korban di antara puing-puing bangunan menyusul gempa kuat yang mengguncang wilayah Filipina selatan.

Sejauh ini, enam orang dipastikan tewas dan setidaknya 126 orang lainnya luka-luka akibat gempa berkekuatan 6,5 Skala Richter (SR) tersebut.

Read More

Warga di kota Surigao di Pulau Mindanao masih dilanda ketakutan, seiring gempa bumi susulan beberapa kali mengguncang kota tersebut.

Gempa awal terjadi pada Jumat (10/2) malam saat kebanyakan orang telah tidur.

Pejabat manajemen bencana provinsi setempat, Ramon Gotinga mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (11/2/2017), kebanyakan mereka yang tewas dikarenakan tertimpa benda-benda yang berjatuhan saat gempa.

Namun ada seorang pria lanjut usia yang tewas terkubur di rumahnya ketika lantai atas rumahnya ambruk.

Diterangkan Gotinga, korban jiwa lainnya, seorang wanita berumur 80 tahun meninggal akibat serangan jantung.

Sedangkan korban luka-luka mencapai setidaknya 126 orang, termasuk 15 orang di antaranya yang saat ini dalam kondisi serius.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan, gempa yang terjadi pada Jumat (10/2) pukul 22.00 waktu setempat itu terjadi pada kedalaman 27 kilometer.

Pusat gempa berada sekitar 13 kilometer sebelah timur kota Surigao. Tak ada ancaman tsunami akibat gempa ini.

Gempa itu telah merusak banyak bangunan, termasuk mal dua lantai, Gaisano yang merupakan salah satu gedung terbesar di kota Surigao. Gempa juga menyebabkan kaca-kaca jendela pecah dan serpihannya memenuhi jalanan.

Sebuah jembatan juga ambruk akibat gempa dan dua jembatan lainnya mengalami kerusakan. Gempa juga menyebabkan retakan-retakan di landasan pacu bandara di kota Surigao, sehingga memaksa sejumlah penerbangan dialihkan.

“Saya pikir ini akhir dunia. Semen di jalan-jalan terbuka retak,” ujar warga setempat, Carlos Canseco kepada televisi ABS-CBN seperti dilansir detikcom.

Ribuan warga yang panik berlarian meninggalkan rumah-rumah mereka, dengan banyak di antara mereka yang lari ke tanah yang lebih tinggi.

Mereka mengkhawatirkan terjadinya tsunami di kota pantai berpenduduk lebih dari 152 ribu orang tersebut. (hyd)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts