Kopertis Wilayah II Masih Minim Profesor

Kamis, 29 September 2016
ilustrasi

Palembang, Sumselupdate.com – Hingga kini jumlah guru besar pada perguruan tinggi swasta (PTS) di Sumsel, Lampung, Bengkulu dan Bangka Belitung (Babel) dianggap masih minim.

Hal itu menjadi perhatian Koordinator  Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah II Slamet Widodo. “Jumlah guru besar pada PTS di bawah Kopertis Wilayah II masih minim. Dari 7.000 dosen yang terdaftar pada 218 PTS baru 19 orang  berstatus guru besar atau profesor,” kata Slamet, dikutip dari laman republika.co.id.

Menurut  Slamet, jumlah dosen atau tenaga pengajar pada PTS di Kopertis II didominasi 60 persen dengan strata tiga (S3) dan 40 persen strata dua (S2) dan untuk  meningkatkan mutu sumber daya manusia tenaga pengajar berbagai upaya telah dilakukan Kopertis II.

“Terkahir pada pertengahan September lalu, Kopertis Wilayah II sudah menandatangan kerjasama dengan Universitas Gajah Mada,” ujarnya.

Kerjasama yang ditandatangani  Koordinator Kopertis II Slamet Widodo dengan Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) Dwikorita Karnawati tersebut bertujuan memberikan dorongan kepada dosen yang memiliki kualifikasi pendidikan rendah, agar dapat memiliki meraih gelar doktor dan profesor atau guru besar.

“Kami bekerjasama meningkat mutu dosen. Juga adanya pengakuan yang datang dari berbagai universitas di Eropa dan Amerika.,” kata guru besar Fisip Universitas Sriwijaya (Unsri).

Selain itu, Kopertis II juga menghimpun informasi tentang kendala yang dialami dosen di PTS untuk melanjutkan pendidikannya, seperti masalah ekonomi, dukungan dari  perguruan tinggi, dan penulisan di jurnal internasional.

“Terhadap permasalahan itu, Kopertis II berinisiatif melakukan pengawasan melalui mentoring dan evaluasi pada setiap semester. Beberapa hari kami telah memanggil 49 dosen yang mengalami kendala dalam melanjut kan pendidikan dan meminta kepada PTS yang bersangkutan untuk memberikan bantuan terhadap dosen tersebut,” katanya.

Untuk mengatasi kendala masalah ekonomi atau biaya pendidikan, menurut Slamet Widodo, pemerintah telah mempersiapkan beasiswa untuk dosen, seperti beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).  “Namun setiap tahun beasiswa tersebut tidak banyak dimanfaatkan oleh dosen terutama untuk S3. Ini sangat kami sayangkan,” kata dia. (pto)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts