Komisi III DPR: Kekerasan di Sekolah Kedinasan Harus Dihilangkan

Sabtu, 20 Mei 2017
Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo

Jakarta, Sumselupdate.com – Terulangnya kasus kekerasan dalam dunia pendidikan di Akademi Kepolisian belum lama ini, telah mengundang keprihatinan dari berbagai pihak

Salah satunya, Komisi III DPR mengimbau kepada semua sekolah ikatan dinas untuk tidak melakukan pendekatan ekstra keras. Pendekatan yang melampaui batas toleransi terhadap siswa atau taruna merupakan sebuah kesalahan yang seharusnya sudah sejak lama dikoreksi.

Read More

“Agar tragedi kematian tidak terus berulang, semua sekolah ikatan dinas yang dibiayai negara harus melakukan koreksi,” kata Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo dalam keterangannya, Jumat (19/5/2017) dikutip dari detikcom.

Bambang menuturkan penegakan disiplin tidak harus dengan pendekatan ekstra keras. Pendekatan dengan cara seperti itu justru akan menimbulkan korban jiwa dan mencoreng citra institusi pendidikan yang bersangkutan.

“Apa pun tujuannya, pendekatan ekstra keras yang melampaui batas toleransi terhadap siswa atau taruna harus dihilangkan,” ujarnya.

Tewasnya Taruna Akpol Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Mohammad Adam pada Kamis (18/5) dini hari karena diduga dianiaya seniornya dikatakan Bambang bukanlah hal baru. Menurut Bambang, publik sudah memiliki catatan panjang tentang kematian akibat pendekatan ekstra keras kepada para siswa atau taruna.

“Masyarakat luas tahu tentang hal itu karena hampir setiap tahun selalu jatuh korban jiwa akibat pendekatan ekstra keras dari taruna senior kepada juniornya,” tuturnya. (adm3)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts