Komisi II DPR Minta KPU Segara Atasi Logistik Pemilu yang Terimbas Banjir

Senin, 15 April 2019
Puluhan kotak suara berbahan kardus rusak di gudanf KPU Bogor.

Jakarta, sumselupdate.com – Komisi II DPR RI yang membidangi urusan pemilu meminta KPU meningkatkan kinerja H-2 pelaksanaan Pemilu 2019. Wakil Ketua Komisi II Ahmad Riza Patria mengingatkan sejumlah hal kepada KPU. Apa saja?

“Kami mengimbau KPU-Bawaslu agar meningkatkan kinerja, persiapan, dan memastikan semua persiapan hingga pelaksanaan bisa berlangsung baik. Terkait DPT, kepada KPU agar ditindaklanjuti masukkan dari mana pun,” kata Riza kepada wartawan, Senin (15/4/2019).

Read More

Selain DPT, Riza mengingatkan soal logistik Pemilu 2019. Dia meminta KPU menyiapkan cadangan logistik, terutama di daerah-daerah yang dilaporkan kebanjiran.

Baca juga: 218 TPS Terdampak Banjir di Kabupaten Bandung Direlokasi

“Dua-tiga hari ini yang rawan soal kepastian logistik. Harus sampai, jangan sampai kurang. Terutama yang harus diaStasi yang banjir,” sebut Riza.

“Logistik yang kena banjir dan hujan segera diatasi dan disiapkan emergency plan. Karena kan kotak suara dari kardus, banyak yang rusak harus segera diatasi dan disiapkan cadangan. Jangan sampai menimbulkan masalah,” imbuh dia.

Terakhir, Riza berbicara soal potensi kecurangan di Pemilu 2019. Ia mengingatkan soal money politics dan pengerahan massa untuk memenangkan paslon tertentu.

“Ada informasi kepala desa di beberapa tempat agar surat suara yang tersisa digunakan untuk paslon tertentu. Kemudian juga ada rencana money politics besar-besaran. Saya minta Bawaslu menguasai dengan ketat. Patroli pengawasannya dilakukan secara merata,” tegasnya.

Baca juga: 680 Kotak Suara Rusak Terendam Lumpur, KPU Bogor Keluarkan Cadangan

Selain itu, terkait form C-6 atau undangan pencoblosan yang belum tersalurkan, dia meminta masyarakat tidak khawatir. Riza mengatakan masyarakat tetap bisa mencoblos meski belum menerima form C-6.

“Masyarakat sekalipun mungkin kalau belum menerima form C-6 ya tetap datang. Jadi jangan menunggu. Yang penting namanya ada di DPT. Kalau ada di DPT meski belum menerima C-6 undangan tetap bisa mencoblos. Atau kalau tidak ada di DPT tapi punya e-KTP atau Suket bisa kok,” ujar Riza.

Seperti diketahui, ratusan kotak suara di Kabupaten Bogor rusak akibat diterjang banjir. Tak hanya itu, banjir juga menerjang wilayah Kabupaten Bandung, akibatnya ratusan tempat pemungutan suara (TPS) terdampak banjir dan direlokasi.

Di Jawa Timur, KPU Pamekasan kebanjiran hingga masuk ke ruang administrasi dan ruang kerja para komisioner.

Petugas KPU pun terpaksa mengemasi barang-barang, seperti komputer dan berkas-berkas penting pemilu lain, lalu memindahkannya ke tempat yang lebih aman dari banjir. (adm3/dtc)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts