PALI, Sumselupdate.com – Jika pada umumnya, balita usia satu tahun delapan bulan merupakan usia yang sedang asyiknya bermain.
Namun kondisi tersebut sepertinya tidak dialami oleh Khalid Al-Fatih, balita yang berdomisili di Simpang Lima, Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.
Khalid Al-Fatih kini hanya bisa berbaring lemah, sesekali digendong oleh sang ibu Sela (19) untuk meredam tangis kecil sang buah hati.
Diceritakan Sela, buah hatinya Khalid Al-Fatih kondisinya seperti itu lantaran pernah mengalami panas tinggi hingga sempat kejang-kejang bahkan sempat koma pada usia tujuh bulan.
“Ketika usia anak saya tujuh bulan, Khalid mengalami kejang-kejang dan panas tinggi. Kemudian, dibawa ke RSUD Talang Ubi untuk menjalani perawatan intensif. Tapi, pihak RSUD Talang Ubi, tidak sanggup lantas merujuknya ke RS di Kota Palembang. Namun sayang, karena keterbatasan biaya baik biaya makan maupun biaya lainnya di Palembang, pengobatan terpaksa berhenti hingga sekarang,” cerita Sela sambil meneteskan air mata.
Ia sangat berharap uluran tangan bantuan dari seluruh pihak, untuk bisa membantu biaya pengobatan bagi anaknya.
“Saya dan suami saya sudah pisah. Untuk itulah, saya sangat berharap dapat bantuan dari para donatur untuk bisa membawa anak kami menjalani perawatan di Palembang,” tukasnya.
Mengetahui hal itu, DPD KNPI PALI yang dinakhodai oleh Fardinan Marcos langsung mengunjungi rumah Khalid, belum lama ini.
Kunjungannya tersebut didampingi Komisi kesehatan DPD KNPI PALI, dr Vivin Ovita.
Pihaknya turut sedih mendapati kondisi Khalid yang seperti itu, apalagi sudah berlangsung satu tahun lebih.
“Kami tahu setelah salah satu pimpinan DPD KNPI PALI, mendiskusikan tentang Khalid dengan komisi Kesehatan dr. Vivin. Dari itu, DPD KNPI PALI sepakat untuk memberikan bantuan donasi berupa uang untuk meringankan beban ibu Khalid yang mengeluhkan mengenai biaya hidup ketika menjaga anaknya yang akan menjalani perawatan di Palembang,” kata Fardinan.
Lebih lanjut Fardinan mengaku akan mengawal pengobatan Khalid hingga dirinya sehat seperti sedia kala.
“Tidak hanya itu DPD KNPI PALU akan kawal pengobatan Khalid hingga benar-benar mendapatkan perawatan yang layak dan kembali ke Kabupaten PALI bisa sehat seperti mana balita usianya,” pungkasnya.
Sementara itu, dr. Vivin Ovita menduga jika Khalid mengidap penyakit epilepsi. Hal itu bisa saja terjadi, apabila mungkin tanpa diketahui oleh orang tua, sang buah hati mengalami jatuh yang menyebabkan syarafnya terjepit.
“Tentu perlu perawatan intensif hingga sembuh. Namun, untuk saat ini Khalid bisa mengkonsumsi obat anti kejang dulu secara rutin. Bisa sampe dua tahun sesudah itu baru di cek ulang lagi,” tutupnya. (adj)











