KJRI Jeddah Beri Pembekalan Hidup Sehat dan Aman dari Penyakit bagi Staf dan Relawan WNI

Kamis, 29 Agustus 2019
dr Novita, Sp PD dari Tim Kesehatan Haji menyampaikan materi kepada pegawai dan relawan dari unsur masyarakat yang biasa menangani Warga Negara Indonesia pengidap penyakit berat di Aula Gedung Pelayanan Terpadu KJRI dihadiri sebanyak 60 peserta, Rabu (28/8/2019).

Jeddah, Sumselupdate.com – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah memberikan pembekalan kepada jajaran pegawai dan relawan dari unsur masyarakat yang biasa menangani Warga Negara Indonesia (WNI) pengidap penyakit berat.

Pembekalan yang diselenggarakan di Aula Gedung Pelayanan Terpadu KJRI dihadiri sebanyak 60 peserta, Rabu (28/8/2019).

Read More

Materi pembekalan disampaikan oleh dr Novita, Sp PD dari Tim Kesehatan Haji yang mengupas seputar berbagai jenis penyakit, mengenali gejalanya, faktor pencetus, dan pengobatannya serta tindakan pencegahannya.

Mewakili Konsul Jenderal RI Jeddah, Safaat Ghofur selaku Pelaksana Funsi Konsuler-1 yang merangkap Koordinator Pelayanan dan Pelindungan Warga (Yanlin),  menyampaikan pembekalan ini penting untuk dilakukan mengingat staf KJRI Jeddah bersama relawan WNI kerap berinteraksi dengan sesama WNI penderita berbagai penyakit berat dalam rangka memberikan bantuan.

Salah seorang peserta menyampaikan pertanyaan dalam pembekalan yang diselenggarakan di Aula Gedung Pelayanan Terpadu KJRI, Rabu (28/8/2019).

 

“Bagaimana kita menghadapi penderita menyakit menular dan apa saja peralatan yang diperlukan agar kita tetap bisa melaksanakan tugas kita membantu para WNI yang menderita penyakit tersebut. Tapi kita tidak boleh melupakan aspek keselamatan diri kita sendiri,” ucap Safaat dalam sambutannya.

Sementara itu dalam paparannya, dr Novita menjelaskan jenis penyakit menular seperti tuberkulosis paru dan HIV dan penyakit tidak menular seperti diabetes, stroke, jantung, dan gangguan ginjal.

Anggota Tim Kesehatan haji asal Parepare Sulawesi Selatan ini juga menjelaskan gejala-gejala penyakit, penyebab/faktor resiko dan pengobatannya.

“Tapi kita di sini bukan lagi berbicara tentang masalah pengobatanya, tapi bagaimana pencegahannya,” ujar spesialias penyakit dalam yang saat ini bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau, Parepare.

Di sela-sela pemaparannya, dokter lulusan kedoktersan Universitas Hasanuddin ini berbagi kiat agar tidak tertulari penyakit dari si penderita atau pasien yang dibantu.

Dia menjelaskan cara mengenakan masker yang benar, sarung tangan sebagai pelindung dan cara menggunakan cairan antiseptik.

Pertanyaan dari para peserta yang hadir bermunculan saat sesi tanya jawab dibuka. Pasalnya, mayoritas peserta adalah petugas dan relawan yang kerap berurusan dengan para pasien yang menderita penyakit berat dan berbahaya.

Peserta pembekalan berfoto bersama usai kegiatan.

 

“Saya beberapa kali memeriksa mayat di kamar jenazah yang disimpan hingga dua bulan lamanya karena berbagai sebab. Kami memandikan jenazah tersebut dan ikut menempatkan dia di liang lahat dengan kain kafan yang basah. Apakah air yang menetes ke tubuh dan baju saya itu berbahaya, karena saya tidak pakai masker dan sarung tangan,” tanya Haris Agung Syarif, staf KJRI yang biasanya melayani WNI overstayer di Pusat Detensi Imigrasi Arab Saudi (Tarhil).

Sepanjang periode Januari hingga Agustus 2019, KJRI Jeddah telah membantu menerbitkan surat izin pemakaman bagi sebanyak 565 jenazah WNI, sebagian di antara proses pemakamannya dilakukan secara mandiri oleh Tim Yanlin KJRI Jeddah.

Selain itu, KJRI Jeddah menangani WNI yang menderita berbagai penyakit berat, baik yang menular dan tidak menular. (rel)

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts