PALI, Sumselupdate.com – Meskipun daerah baru, namun Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tak kalah menyimpan potensi alam yang siap dikembangkan untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi masyarakatnya.
Salah satunya yang saat ini tengah dikembangkan adalah pembinaan terhadap pandai besi yang ada di Bumi Serepat Serasan untuk menghasilkan kerajinan senjata tajam khas PALI untuk sebuah suvenir.
Usaha pandai besi yang dibina diharapkan menghasilkan kerajinan yang lebih halus serta memiliki nilai seni tinggi dan saat ini terbukti beberapa jenis produk kerajinan senjata khas PALI berupa pisau dan parang dihasilkan pengrajin pandai besi dengan hiasan ukiran yang lebih halus.
Kreasi baru tersebut dihasilkan setelah beberapa pengrajin pandai besi diikutsertakan dalam pelatihan ke provinsi Jawa Barat belum lama ini oleh Pemkab PALI bekerjasama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten PALI.
Ketua KNPI Kabupaten PALI, Gentares WN membenarkan bahwa pihaknya merangkul beberapa orang pandai besi untuk mengembangkan senjata khas PALI.
“Kita berharap nantinya semua pihak membantu pengembangan kerajinan kreatif ini, karena di PALI potensinya cukup baik mengingat suvenir khas PALI belum banyak dikembangkan,” tukasnya.
Sementara itu, Wakil bupati PALI Ferdian Andreas Lacony mengatakan bahwa pemkab PALI siap mendukung industri kreatif itu.
“Ini bentuk upaya pemerintah dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan di sektor industri kreatif. Pandai besi yang ada sejak lama hanya membuat perkakas keperluan pertanian saja. Namun di balik itu, ada potensi yang bisa mendatangkan keuntungan lebih, yakni memproduksi pisau atau parang ciri khas PALI untuk dijual bukan hanya untuk keperluan petani saja, melainkan kita jajaki pasarnya untuk kita jual sebagai suvenir,” ujar Ferdian.
Diakui politisi PDI Perjuangan itu, Pemkab terus melakukan pembinaan agar pengrajin bisa lebih menguasai pembuatan senjata tajam khas PALI agar hasilnya bisa lebih bagus.
“Kita telah kirim empat orang pandai besi ke Bandung untuk ikuti pelatihan, dan sekarang alhamdulillah hasilnya jauh lebih baik. Untuk pemasaran, nantinya akan dibantu melalui pameran-pameran maupun even-even besar lainnya, baik dalam provinsi maupun luar provinsi agar produk kerajinan pandai besi kita bisa lebih dikenal untuk meningkatkan penjualan produk pengrajin,” ucapnya. (adj)











