Ketua PGRI Sumsel: Pendidikan Karakter Tak Bisa Digantikan AI, Guru Tetap Menjadi Pilar Utama

Writer: - Selasa, 25 November 2025
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 di Universitas PGRI Palembang. (Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 di Universitas PGRI Palembang tahun ini tampil berbeda dari tahun sebelumnya.

Upacara yang digelar di halaman Fakultas Kedokteran UPGRIP pada Selasa (25/11/2025) itu menghadirkan jajaran Pengurus Provinsi PGRI Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai petugas upacara.

Read More

Ketua PGRI Provinsi Sumsel, Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si., menegaskan bahwa peran guru dalam mendidik karakter anak bangsa tidak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan robotika.

Hal itu disampaikan sebagai pengingat bahwa esensi pendidikan sejati terletak pada sentuhan manusia, hati nurani, serta keteladanan yang hanya dapat diberikan oleh seorang guru.

“Ada satu pola pendidikan yang tidak bisa diwakilkan kepada IT dalam bentuk AI, robot dan sebagainya. Mereka tidak bisa melaksanakan mendidik karakter anak bangsa. Jadi, apa pun kehebatan dunia seperti saat ini dengan kemajuan AI, mendidik karakter anak bangsa tetap harus guru yang melakukan,” kata Bukman Lian.

Baca juga : Terpilih Secara Aklamasi, Bukman Lian Jabat Ketua PGRI Sumsel 2024-2029

Ia menambahkan, guru tidak perlu khawatir kehilangan peran di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, Tuhan menciptakan manusia menjadi guru dengan keistimewaan dan kemampuan mendidik karakter, sesuatu yang tidak dapat ditiru oleh mesin.

“Para guru di seluruh dunia jangan khawatir, karena tidak sembarang orang bisa menjadi guru. Guru diberikan kelebihan untuk membentuk karakter anak bangsa,” tegasnya.

Baca juga : Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dipangkas, PHRI Jabar: Jelas Rugi

Meski demikian, Bukman Lian mengingatkan bahwa guru harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Ia menilai bahwa pendidik masa kini harus menguasai teknologi informasi serta memahami berbagai regulasi terbaru agar dapat menjalankan tugas secara efektif dan relevan.

“Saat ini harus melek IT, memahami berbagai regulasi, dan terbuka terhadap pembaruan. Tantangan pendidikan terus berubah, dan guru harus menjadi yang paling siap menghadapinya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa momentum ini menjadi refleksi bagi seluruh pendidik untuk kembali memperkuat komitmen dan peran strategis mereka dalam membangun generasi bangsa.

“Jadikan momen HUT PGRI dan HGN ini sebagai pengingat bahwa marwah guru adalah identitas yang harus terus dijaga. Jika marwah guru terjaga, Insya Allah tugas guru dapat dijalankan dengan baik dalam mewujudkan cita-cita bangsa melalui pendidikan,” jelasnya.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap guru di Sumatera Selatan, Pengurus Provinsi PGRI Sumsel yang tampil penuh disiplin sebagai petugas upacara. Ketua PGRI Provinsi Sumsel, Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si. bertindak sebagai pembina upacara.

Wakil Sekretaris III (Markoginta, S. Pd., M.M.) bertindak sebagai pemimpin paling kanan, Wakil Ketua I (Drs. H. Lukman Haris, M. Si.) bertugas Pembaca Pembukaan UUD 1945, Wakil Ketua III (Assoc. Prof. Dr. Dessy Wardiah, M. Pd. ) bertugas Pembaca Sejarah PGRI, Sekretaris Umum (Drs. Hery Amirul, M. M.) bertugas Pembawa Naskah Pancasila, Wakil Ketua V (Syahrial, S. Pd,M.M) Pembaca Teks Janji Guru Indonesia, Bendahara (Dr. Hetilaniar, M.Pd.) bertugas sebagai Protokol, Wakil Bendahara (Dr. Eni Heldayani, M.Sc.) bertugas sebagai Dirigen, dan Wakil Sekretaris I (H. Ahmad Kamil, S. Pd.,M.Si) bertugas pembaca doa. (Iya)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts