Ketua MPR RI Tegaskan Pembangunan IKN Nusantara Tetap Berjalan

Selasa, 16 Mei 2023

Jakarta, Sumselupdate. com- Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan, pemindahan dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur tetap dilaksanakan, sekalipun Presiden Joko Widodo sudah tidak lagi menjabat Presiden RI.

Saat ini pembangunan IKN Nusantara sudah mencapai sekitar 27 persen, dimana sekitar 30 persen dari perkiraan total anggaran Rp 466 triliun, akan ditanggung dari APBN. Sisanya 70 persen atau sekitar Rp 300 triliun lebih akan diperoleh melalui investor dari dalam maupun luar negeri.

Read More

“Pemindahan dan pembangunan IKN Nusantara saat ini telah ditetapkan dalam UU No. 3 tahun 2022 Tentang Ibu Kota Negara. MPR RI akan memperkuat dasar hukum tersebut guna memastikan pemindahan IKN Nusantara tetap dilaksanakan presiden yang menjabat setelah Presiden Jokowi.

Salah satunya melalui Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) yang saat ini sedang disiapkan MPR RI,” ujar Bamsoet dalam acara Maekyung Korea Selatan Indonesia Forum di Jakarta, Selasa (16/5/23).

Ketua DPR RI ke-20 ini mengapresiasi hubungan diplomatik Indonesia dengan Korea Selatan yang telah terjalin 50 tahun. Telah banyak yang dicapai dari kerjasama kedua negara. Namun, masih banyak lagi, prospek kerjasama yang dapat ditingkatkan pada berbagai bidang.
Misalnya sektor otomotif.

Dimana pengembangan kendaraan listrik dan ekosistemnya telah menjadi tren global. Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia yang merupakan komponen utama pembuatan baterai, memiliki peran penting dalam pembangunan industri baterai kendaraan listrik di Indonesia.

“Sektor pertanian juga menyimpan potensi untuk dikembangkan. Sebagai negara agraris, sektor pertanian telah menyumbang 12,91 persen dari jumlah PDB Nasional, serta menyerap lebih dari 27 persen tenaga kerja.

Demikian pula pada sektor kemaritiman. Sebagai negara kepulauan, Indonesia tidak hanya kaya akan sumberdaya bahari dan keanekaragaman hayati, melainkan juga memiliki posisi geostrategis sebagai jalur laut utama perdagangan internasional,” kata Bamsoet.

Dikatakan, tema penyelenggaraan Maekyung Indonesia Forum, “Stronger Partnership for the Epicentrum of Growth”, menyiratkan optimisme yang selaras dengan arah kebijakan Presidensi Indonesia di ASEAN tahun ini. Yaitu menjadikan ASEAN sebagai pusat (episentrum) pertumbuhan.

Optimisme ini tidak berlebihan, mengingat dalam kurun waktu satu dekade terakhir, rata-rata pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN mencapai 3,98 persen. Atau 1,38 persen lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi global.

“Harapan kita, tren positif pertumbuhan
ekonomi ASEAN, juga berimbas dan berdampak positif bagi peningkatan kerjasama negara-negara ASEAN dengan berbagai negara, termasuk Korea Selatan. Kita mensyukuri sejak 1 Januari 2023, Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia- Korea atau Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement secara resmi telah diberlakukan,”tegas Bamsoet. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts