Ketua MPR RI dan Majelis Ta’lim Baitus Sholihin Serahkan Santunan Anak Yatim

Rabu, 12 April 2023
Ketua MPR RI sekaligus Ketua Dewan Pendiri Majelis Ta'lim Baitus Sholihin (MT-BS) Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyerahkan Santunan Anak Yatim Majelis Ta'lim Baitus Sholihin di Jakarta, Selasa (11/4/2023).

Jakarta, Sumselupdate.com – Ketua MPR RI sekaligus Ketua Dewan Pendiri Majelis Ta’lim Baitus Sholihin (MT-BS) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengadakan buka puasa sekaligus menyerahkan santunan anak yatim.

Melalui buka puasa bersama serta santunan anak yatim diharapkan mampu menumbuhkembangkan kasih sayang serta nilai-nilai solidaritas sosial antar sesama.

Read More

“Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah, yang mempunyai dimensi vertikal (hablumminallah) dan dimensi horizontal (hablumminanas). Karena itu sebagai implementasi hablumminanas, MT-BS ingin keberkahan Ramadan juga bisa dirasakan oleh para anak yatim melalui buka puasa bersama dan santunan anak yatim ini,” ujar Bamsoet saat acara Buka Puasa dan Santunan Anak Yatim Majelis Ta’lim Baitus Sholihin di Jakarta, Selasa (11/4/2023).

Ketua DPR RI ke-20 ini mengajak masyarakat yang memiliki kecukupan ekonomi  mau memberikan bantuan kepada anak yatim.

Data Yayasan Yatim Mandiri mencatat jumlah anak yatim di Indonesia saat ini mencapai 3,2 juta jiwa.  Dimana jumlah anak yatim terbanyak di Indonesia di NTT dengan jumlah 492.519 anak, disusul Papua 399.462 anak.

“Butuh partisipasi semua elemen bangsa  mau membantu  anak yatim. Tanpa dukungan dari kita semua yang memiliki kelebihan rezeki, sulit rasanya anak-anak ini bisa hidup dengan layak dan nyaman,” kata Bamsoet.

Bamsoet berharap keberadaan MT-BS mampu memperkuat ukhuwah islamiyah, menyebarluaskan Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin serta menjadikan ajaran agama sebagai sumber perdamaian. Karena perbedaan harus dijadikan salah satu kekayaan yang menguatkan bangsa Indonesia.

“Di Indonesia hidup dengan damai 1.340 suku bangsa dengan 6 agama dan puluhan aliran kepercayaan yang tersebar di 17.504 pulau. Jangan biarkan karena pandangan yang sempit, perbedaan malah dijadikan sumber pertikaian,” papar Bamsoet. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts