Ketua FUI Sumsel Mengaku Akun FB dan IG Diblokir, Kenapa?

Ketua Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Selatan (Sumsel), Ustadz Umar Said.

Laporan: Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Ketua Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Selatan (Sumsel), Ustadz Umar Said mengaku, akun facebook dan instragam-nya diblokir oleh orang tak dikenal.

Bacaan Lainnya

Ditemui di Sekretariat ICMI Sumsel, Rabu (9/12/2020), Ketua FUI Sumsel mengaku, diblokirnya sosial medianya sudah berlangsung dua minggu terakhir.

Menurut Ustadz Umar Said ini, diblokirnya sosial media-nya ini, membuat dirinya kembali membuat akun baru. Namun herannya, empat kali membuat akun baru, empat kali juga akun barunya diblokir.

“Jadi kami tidak perlu turun gunung ke Jakarta, cukuplah dengan jumpa pers ini. Atas bantuan teman-teman dan dipublish atas apa yang terjadi di ruangan, Insha Allah  akan sampai ke Jakarta. Karena banyak teman-teman media sosialnya diblokir, termasuk saya. Sepertinya sudah direncanakan, sehingga orang-orang kritis sudah tidak bisa komentar. Saya sudah setengah bulan ini sudah tidak bisa membangun opini,” katanya.

Media sosial Ketua FUI Sumsel Ustadz Umar Said.

Ustadz Umar Said mengatakan, dengan diblokirnya media sosialnya ini, menjadi suatu bukti bahwa pikiran-pikiran kritis sudah mulai diberangus. Untuk itu kami menginiasi melakukan jumpa pers karena media tidak mungkin diblokir.

“Inilah sesuatu yang sesungguhnya yang melukai demokrasi,” tegasnya.

Sebelumnya, Ustadz Umar Said yang ormasnya FUI Sumsel yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sumsel Anti Kekerasan Terhadap Umat (Komassaku) menggelar konfrensi pers, kemarin.

Dalam jumpa pers itu, Ustadz Umar Said meminta agar Presiden membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) independen untuk mengetahui kebenaran peristiwa tewasnya enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek.

“Pembentukan TPF independen perlu dilakukan agar masyarakat mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi hingga mengakibatkan enam orang laskar FPI meninggal akibat tertembak,” ujar Umar Said. (**)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.