Ketua DPD RI: Perlu Treatment Khusus Tingkatkan Ekonomi dan Serapan SDM

Selasa, 21 Februari 2023
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Surabaya, sumselupdate.com – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan perlu treatment khusus untuk meningkatkan geliat ekonomi dan serapan Sumber Daya Manusia (SDM).

LaNyalla menyampaikan hal tersebut merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) yang melansir tingginya angka pengangguran di Indonesia.

Read More

“Harus ada cara-cara dan upaya yang luar biasa untuk menekan angka pengangguran. Kita perlu mendorong pergerakan ekonomi semakin progresif. Di sisi lain, SDM juga perlu  ditingkatkan,” kata LaNyalla  di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (21/2/2023).

BPS melansir  angka pengangguran di Indonesia mencapai 8,42 juta orang pada Agustus 2022. Dari data itu, Jawa Barat  provinsi paling banyak penyumbang pengangguran dengan angka 8,31 persen, di susul Kepulauan Riau (8,23 persen) dan Banten (8,09 persen)

“Angka ini akan bertambah  setiap tahun. Apalagi, tahun 2023 akan disumbang dengan kelulusan sekolah, perguruan tinggi dan juga potensi terjadi pemutusan hubungan kerja yang disebabkan ancaman resesi global,” papar LaNyalla.

Menurut LaNyalla, tingginya angka pengangguran ternyata bertolak belakang dengan klaim pemerintah, bahwa terjadi serapan tenaga kerja yang signifikan imbas dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,9 persen di tahun 2022.

Fakta lain adalah, jumlah kelulusan SMK menjadi penyumbang terbesar terhadap pengangguran di Indonesia.

“Menurut saya, perlu  upaya  lebih besar agar terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi dan menekan angka pengangguran lebih besar lagi,”tutur LaNyalla.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Agustus 2022 mencapai 5,86 persen. Jika dirinci, ada 8,42 juta pengangguran yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dengan begitu, dari 100 orang angkatan kerja terdapat sekitar 6 orang penganggur.

Berdasarkan jenis kelamin, 5,93 persen pengangguran laki-laki dan 5,75 persen  wanita. Meski begitu, BPS mencatat TPT pada 2022 turun ketimbang Agustus 2021, yakni 0,81 persen untuk laki-laki dan 0,36 persen wanita.

Jika dilihat berdasarkan kelompok umur, penduduk berusia 15-24 tahun tercatat dalam kategori TPT sebesar 20,63 persen pada 2022. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan penduduk usia 25-29 tahun (3,36 persen) dan 60 tahun ke atas (2,85 persen). (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts