Ketua DPD RI Ajak Sumba Timur Maksimalkan Potensi Rumput Laut

Ketua DPD RI LaNyalla Mattiliti

Sumba Timur, Sumselupdate.com – Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, (NTT) memiliki potensi besar untuk mengembangkan komoditas rumput laut. Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengajak Pemerintah Daerah Sumba Timur untuk menggali potensi tersebut.

Dia mengingatkan tentang Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2019, tentang Peta Panduan atau Road Map Pengembangan Industri Rumput Laut Nasional Tahun 2018-2021.

Bacaan Lainnya

“Salah satu implementasinya beroperasinya Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu atau SKPT, yang menyebar di berbagai provinsi yang menjadi batas Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk di Sumba Timur,” tutur LNyalla, saat bertemu bupati Sumba Timur, Selasa (23/2021).

Dikatakannya Perpres 33 Tahun 2019 menargetkan Indonesia akhir tahun 2021 muncul sebagai pemimpin pasar industri Karaginan dan Agar-Agar. Dengan target ekspor 50 persen untuk bahan baku industri di luar negeri, dan 50 persen ekspor barang jadi, hasil produksi di dalam negeri.

“Saya memahami potensi pertanian dan peternakan di Sumba Timur cukup bagus. Tetapi rumput laut juga harus menjadi masa depan dan andalan Sumba Timur. Sebab, nilai potensi komoditas rumput laut Indonesia sangat besar. Dari catatan organisasi Masyarakat Akuakultur Indonesia, potensinya mencapai 34 miliar US Dolar,” kata LaNyalla.

Apalagi sejak Mei 2018, Amerika Serikat telah membuka kembali pintu masuk rumput laut asal Indonesia, setelah sempat dilarang. Ini akan memperluas potensi pasar rumput laut Indonesia di luar negeri, selain Tiongkok, Korea Selatan, Jepang dan Hongkong.

“Peluang ini harus ditangkap masyarakat Sumba Timur. Pemerintah daerah harus mendorong dan memfasilitasi peningkatan produksi rumput laut di Sumba Timur. Pemda harus aktif berkoordinasi dengan SKPT, untuk memastikan peningkatan produksi dapat dicapai, terutama dengan melakukan pelatihan dan pembinaan,” jelasnya.

LaNyalla mengaku pernah membaca survei di tahun 2019, keuntungan bersih pembudi daya rumput laut di Sumba Timur bisa mencapai Rp.100 juta sekali panen, dengan masa panen rata-rata sekitar 45 hari.

“Angka yang cukup bagus, dan masih bisa ditingkatkan lagi. Apalagi dengan dukungan serius dari Pemerintah Daerah,” tambahnya.

Bupati Khritofel kepada LaNyalla berharap DPD RI membantu memperjuangkan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten di Sumba Timur, dengan membentuk tiga kabupaten baru. Yakni, kabupaten Sumba Timur Jaya, Kabupaten Sumba Selatan dan Kabupaten Pahunga Lodu. (duk)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.