Keterangan Tiga Saksi Ringankan Terdakwa Pembunuhan

Sidang yang menghadirkan tiga orang saksi meringankan

Palembang, Sumselupdate.com – Sidang kasus pembunuhan terhadap Zakaria, dengan terdakwa bernama Hendri, mendengarkan keterangan saksi. Saksi yang didatangkan di PN Palembang Kamis (22/9/2016) datang dari pihak Hendri dan diharapkan keterangan mereka bisa meringankan Hendri.

Saksi Dadang mengatakan, Hendri ada menggunakan jasa ojeknya pada menjelang Maghrib. Namun, dirinya tidak tahu pasti kapan Hendri datang untuk menggunakan jasa ojeknya tersebut. Yang jelas, ketika melihat wajah Hendri di persidangan, Dadang memastikan bahwa benar Hendri memang menumpang motornya.

Bacaan Lainnya

“Dia saat itu minta diantarkan ke Kertapati dan saya antar dia sampai dia masuk rumah. Ketika itu, dia mengenakan kaos cokelat dan span dasar panjang warna hitam,” kata Dadang.

Pakaian yang dikenakan Hendri yang diucapkan oleh Dadang menarik perhatian majelis hakim dan jaksa. Hakim ketua, Mulyadi, SH, MH, meminta Sigit Suiyantoro, SH, selaku Jaksa membawakan barang bukti berupa pakaian milik Hendri. Ketika diperlihatkan, Dadang memastikan bahwa pakaian itulah yang ia lihat ketika Hendri naik motornya menuju Kertapati.

Dikatakan dua saksi lainnya, Doni dan Rangga, mereka memang melihat Hendri saat akan mencari ojek. Hal tersebut terjadi di hari Minggu pukul 17.00, sementara pada dakwaan jaksa Zakaria meninggal di hari yang sama pada sekitar pukul 19.00. Doni bahkan sempat menawarkan diri untuk mengantar Hendri ke Kertapati, namun tawaran itu ditolak Hendri.

“Sementara saya saat itu dibonceng oleh Doni. Orang yang kami temukan itu memang benar dia,” kata Rangga.

Setelah ketiga saksi meringankan Hendri semuanya usai memberikan keterangan, seorang saksi dari Jaksa kembali dihadirkan. Saksi yang mengambil keterangan ketika Hendri diamankan di Mapolsekta Sukarami itu mengatakan Hendri diambil keterangan empat kali, di mana pada tiga pemeriksaan awal ia mengakui perbuatanya.

Namun, pada pemeriksaan yang terakhir, Hendri mulai mencabut semua keterangannya hingga akhirnya untuk menolak ikut rekonstruksi sampai bagian akhir.

Ketika mengambil keterangan, saksi ini mengatakan dirinya bersama penyidik lain tidak melakukan kekerasan ataupun paksaan. Ia bahkan memiliki rekaman prosesi pengambilan keterangan saat itu. Namun, semuanya dibantah Hendri. Menurutnya, dirinya ada dipukuli dan diancam apabila tidak mau mengaku dan menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang sudah dibuat.

“Saya bahkan menandatangani BAP di dalam sel penjara. Saya ada saksinya,” kata Hendri.

Hendri diduga telah menghabisi nyawa Zakaria dengan menggunakan ulekan cabai. Zakaria ditemukan tewas dengan luka robek di kepala. Mulyani, isteri Zakaria, juga mengalami luka di kepala dan menurutnya Hendri yang melakukan itu. Namun, sampai naik di persidangan, diketahui tidak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut. (tra)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.