Laporan Haris Widodo
Palembang, Sumselupdate.com – Serang dan dua anak buah kapal (ABK) MS Anugrah sempat tertimpa bahan material, hanyut, dan tenggelam di perairan KUU Desa Upang Karya, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, pasca-diduga ditabrak kapal Cargo Vung Hai berbendera Panama IMO 8342375 atau MT Patra Tanker.
Pantauan Sumselupdate.com, Sabtu (20/06/2020) terlihat wajah kuyuh dan lesu dari ketiga pria yang telah berada di Posmat 1 Ilir Palembang.
Diketahui ketiganya masing-masing bernama Mulyadi (40), serang kapal yang merupakan warga Desa Saleh Mukti, Kecamatan Air Saleh, Banyuasin.
Kemudian, Rohman (30), ABK KMS Anugrah, warga Desa Saleh Mukti, Kecamatan Air Saleh, Banyuasin dan Mustofa (30), ABK KMS Anugrah, warga Desa Saleh Agung, Kecamatan Air Saleh, Banyuasin.
Saat peristiwa itu terjadi, ketiganya hanya dapat menyelamatkan baju dan celana di badan tanpa menggunakan sandal.
Mulyadi mengaku, peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya terjadi pada hari Jumat (19/6/2020) tepatnya pukul 19.30 WIB.
Di mana kapal jukung mereka dari Kota Palembang hendak ke Jalur 8 Desa Saleh Mukti, Banyuasin dengan muatan material bangunan dan sembako.
“Benar Mas peristiwa tersebut terjadi pukul 19.30 WIB, aku dengar jreeet. Kapal langsung terperosok ke bawah arus sungai dan tubuh saya tertimpa material bangunan hingga pelipis mata saya pecah,” ujarnya kepada Sumselupdaste.com.
Kemudian dirinya berusaha menyelamatkan diri. Hampir 30 menit, dia terapung-apung di atas air. Baru kemudian dia diselamatkan kapal milik nelayan lain.
Dari keterangannya ia tak mengetahui bahwa kapal apa yang menabrak Jukung yang dibawanya.
Sementara ABK kapal, Mustofa mengatakan, saat itu dirinya juga tidak mengatahui kapal jenis apa yang diduga menabrak jukung yang mereka tumpangi.
Dia mengaku saat itu tubuhnya ikut tenggelam bersama kapal. Hingga ia berhasil naik ke permukaan dan menyelamatkan rekannya Rohman yang hanyut.
“Aku juga ikut tenggelam lalu naik ke permukaan dan melihat temanku ngayut (hanyut –red) aku selamatkan dia. Hingga kami memegang pohon dan berusaha naik kedaratan,” katanya.
Sementara itu, Dan Lanal Kota Palembang, Kolonel laut Suryanto mengaku, masih menyelidikan kasus tabrakan kapal ini.
“Masih kita kroscek dulu dari CCTV dan laporan jam berapa mereka keluar dan melintasi perairan Banyuasin tersebut. Dan memang kapal tersebut mengarah keluar (perairan Banyuasin –red),” jelasnya.
Dikatakannya, ketiga awak kapal ini saat kejadian ditolong oleh kapal nelayan dan dievakuasi ke Pos 4 Upang.
Sebagaimana diberitaan, sebuah kapal Cargo Vung Hai berbendera Panama IMO 8342375 diduga menabrak kapal Jukung MS Anugrah bermuatan bahan material dan bahan sembako yang ditabrak kapal Cargo Vung Hai hingga hancur berkeping-keping.
Peristiwa kecelakaan ini terjadi di perairan KUU Desa Upang Karya, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan pada Jumat (19/6/2020), sekitar pukul 19.00 WIB.
Beruntung dalam peristiwa ini Serang (narhkoda –red) kapal dan ABK kapal MS Anugrah berhasil selamat dari maut.
Ditemui awak media di Posmat TNI AL 1 Ilir, ketiga korban masih terlihat trauma.
Serang kapal jukung, Mulyadi menuturkan jika sebelum peristiwa itu terjadi, dia melihat kapal Cargo Vung Hai berada di belakang jukungnya.
Tak lama kemudian, secara tiba-tiba kapal Cargo Vung Hai itu menghantam jukung yang diseranginya hingga lambung jukung pecah lalu terbalik.
Dikatakan Mulyadi, peristiwa tabrakan itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Mereka berangkat dari Palembang dermaga pasar 16 jam lima sore membawa bahan material bangunan semen, besi dan sembako tujuan jalur 8 Air Saleh.
Beruntung melintas kapal bermuatan pasir dan langsung memberikan pertolongan. Sementara Jukung KMS Anugrah ditarik ke tepian sungai, sementara Serang dan ABK selamat.
Sementara itu, Danpos Upang dan prajurit Lanal Palembang yang bertugas di Posmat Upang usai mendengar informasi ada kapal tenggelam langsung melakukan evakuasi.
Serang kapal dan ABK yang mengalami luka ringan dibawa ke bidan desa serta memindahkan barang-barang sembako yang tenggelam ke motor perahu yang melintas di perairan tersebut.
Untuk sementara kejadian kecelakaan ini masih ditangani dan didalami penyelidikannya oleh Lanal Palembang dan Direktorat Polair Palembang. (**)











