Kemensos Fokus Atasi Gizi Buruk di Asmat Papua

Selasa, 23 Januari 2018
Menteri Sosial Idrus Marham

Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah tidak tinggal diam dan terus melakukan upaya penanggulangan terhadap berjangkitnya Penyakit Campak dan Gizi Buruk di Asmat Papua, yang terjadi sejak bulan Desember 2017 hingga Januari 2018.

Terkait dengan itu pula pemerintah sudah sejak bulan Januari 2018 melalui Kementerian Sosial telah menurunkan tim untuk melakukan penanggulangan serta upaya untuk mengatasinya.

Read More

Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Idrus Marham pada saat berada di Palembang, mengatakan, dirinya atas perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah berkunjung ke Asmat Papua.

“Upaya seperti tanggap darurat pertama telah bekerja dan sebagian besar sudah dapat diatasi. Tim tanggap darurat terdiri dari Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, TNI, Polri ,Pemerintah Daerah dan juga elemen masyarakat sudah bekerja selama satu bulan lebih,” jelas Idrus di SMA 1 Palembang, Senin (22/1/2018) kemarin, saat mendampingi Kunker Presiden Joko Widodo.

Lebih lanjut Idrus yang baru menjabat Mensos ini menyampaikan, ada kendala karena permasalahan di Papua adalah transportasi, maka tim tanggap darurat harus melakukan upaya seperti penelusuran atau sweeping untuk mencari korban terjangkit campak dan gizi buruk.

“Kendala yang kita temui dari satu distrik ke distrik yang lain dari satu kampung ke kampung yang lain transportasi satu-satunya adalah dengan melalui sungai menggunakan boat. Lama perjalanan melalui sungai hingga tiga jam belum lagi berjalan ke dalam yang sangat jauh,” katanya.

Hingga saat ini menurut Idrus, dari hasil sweeping tim tanggap darurat yang dilakukan oleh tim dilapangan, didapati ada 7.230 orang yang terindikasi terkena campak dan gizi buruk.

“Dari jumlah itu sudah ditangani sebanyak 175 0rang yang dirawat inap di rumah sakit dan sebagian lagi dirawat di Aula Gereja. 399 orang dirawat jalan sehingga dapat disimpulkan tahap pertama tanggap darurat dapat mengatasi campak dan gizi buruk,” ungkapnya.

Lebih lanjut menurutnya, pihak kementerian sosial sedang berupaya dan memikirkan memgenai langkah untuk perawatan dan pembinaan suku Asmat Papua. Pihaknya sudah merancang penanganan terpadu dari seluruh instansi terkait. Upaya itu diharapkan mampu mengembangkan kehidupan masyarakat setempat menuju pada kemandirian. (adi)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts