Kelompok MCA Berhasil Digulung, Ternyata Ini Misinya

Sabtu, 3 Maret 2018
Direktur Reserse Kriminal Polda Jawa Barat, Kombes Pol Umar Surya Fana menggelar rilis terkait penangkapan tujuh otak kelompok penyebar berita bohong alias hoax bernama Muslim Cyber Army atau MCA. (VIVA/Nur Faishal).

Jakarta, Sumselupdate.com – Kepolisian telah meringkus tujuh otak kelompok penyebar berita bohong alias hoax bernama Muslim Cyber Army atau MCA.

Kelompok yang mengatasnamakan agama Islam ini, ditangkap di tujuh tempat berbeda di Pulau Jawa, Sumatera, Bali, dan Sulawesi.

Read More

Aksi penyebaran hoax yang dilakukan MCA, sangat membahayakan, sebab mereka tak hanya ingin mengadu domba umat Islam dengan umat dari agama atau kelompok lain. Tapi, juga memiliki misi ingin mengadu antara umat Islam dengan umat Islam.

Ancaman adu domba muslim dengan muslim ini, dilakukan MCA dengan mengandalkan isu penculikan ulama atau kiai.

Untuk memuluskan aksi, MCA menggunakan kasus kriminal yang menimpa Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah di Cacellengka, KH Umar Basri dan Komandan Brigadir Persatuan Islam (Persis), R Prawoto alias Ustaz Prawoto, sebagai senjata.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Polda Jawa Barat, Kombes Pol Umar Surya Fana, target hoax mereka utamanya adalah memecah belah umat Islam di wilayah Jawa Barat.

Karena, saat ini di provinsi ini sedang digelar pemilihan kepala daerah, 16 untuk wilayah kota dan kabupaten serta pemilihan gubernur.

Sebelumnya, MCA mengadu domba antara umat Islam dengan non-Islam ketika berlangsung Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

“Mohon maaf nih kemarin Ahok jelas tuh non-Muslim dan Muslim (diadu domba). Nah sekarang Muslim sama Muslim, apa kira-kira formula yang bagus untuk memecah belah Jawa Barat?” kata Umar di Markas Polda Jabar seperti dilansir Viva.co.id, Jumat (2/3/2018).

Selain itu, secara geopolitik, menurut Umar, Jawa Barat juga menjadi incaran bagi kelompok yang berkepentingan di Pemilu 2019. Oleh karena itu, Jawa Barat, sangat empuk dijadikan lahan penyebaran hoax bagi MCA.

“Ini 33 juta loh se-Indonesia DPT-nya (daftar pemilih tetap), untuk jadi Presiden sama anggota Dewan cukup pegang Jawa Barat dan sedikit Polda Metro, selesai. Kalau bisa megang Jawa Barat sudah separuh kekuatan menjadi Presiden,” katanya.

Diketahui, Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menyatakan delapan orang ditangkap pada awal 2018.

Sementara itu, enam pelaku lain yang diduga anggota inti dari The Family MCA dicokok pada Senin, 26 Februari 2018.

Mereka masing-masing bernama Muhammad Luth (40 tahun), Rizki Surya Dharma (35 tahun), Ramdani Saputra (39 tahun), Tara Arsih Wijayani (40 tahun) dan Yuspiadin (24 tahun).

Penangkapan enam anggota yang punya pengaruh tersebut dilakukan di beberapa daerah. Terakhir, satu anggota lagi atas nama Fuad Sidiq ditangkap di Desa Cidadali, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kelompok ini diduga melakukan kejahatan dengan melempar isu provokatif di media sosial. Beberapa isu krusial yang dimunculkan seperti kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI), penculikan ulama hingga penyerangan terhadap nama baik Presiden, serta tokoh-tokoh tertentu. (viva)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts