Mekkah, Sumselupdate.com – Lebih dari separuh dari 231 ribu jamaah haji Indonesia 2019 sudah berada di Kota Mekkah. Selama di Tanah Suci ini jamaah kelelahan dan terpisah dari rombongan masih menjadi kasus yang dominan dialami jamaah haji.
“Dari informasi terkini, jamaah kelelahan dan terpisah dari rombongan adalah kasus yang paling dominan dialami oleh jamaah haji kita,” ujar Koordinator Utama Pertolongan Pertama Pada Jamaah Haji (P3JH) Mirwan Yasmin, di Mekkah.
Selain kasus tersebut, ada juga kasus lain meski tergolong sedikit terjadi, yakni jamaah yang mengalami tindakan kriminal, seperti kehilangan tas dan tindakan penipuan.
Dalam pengamatannya, kasus kelelahan ini terjadi karena jamaah terlalu memporsir diri untuk beribadah di Masjidil Haram. Namun pada saat yang sama jamaah kurang menyadari kondisi fisiknya.
“Untuk itu, kita telah memberikan pertolongan pertama melalui tindakan medis. Setelah itu, kita juga mengedukasi mereka agar tidak menguras tenaga di tengah masih adanya tahapan rukun dan wajib haji yang bakal dijalani selama di Armina (Arafah, Muzdalifah dan Mina) dan hal itu membutuhkan tenaga yang cukup ekstra,” sambungnya.
Terkait dominannya kasus jamaah terpisah, menurut Mirwan, karena umumnya petugas masjid memisahkan antara laki-laki dan perempuan. Petugas juga biasanya menutup akses untuk lokasi-lokasi yang sudah penuh.
“Belum lagi dari segi usia, jamaah kita juga mayoritas atau sekitar enam puluh persen adalah lanjut usia dan resiko tinggi (risti). Wajar jika banyak dari mereka yang bingung, belum lagi di masjid ini juga banyak terdapat pintu keluar-masuk,” jelasnya.
Terhadap jamaah yang terpisah itu, selama ini P3JH membantunya dengan menemukan rombongannya atau mencarikan alamat jamaah teraebut. “Apa yang dilakukan P3JH ini dalam rangka mewujudkan komitmen pemerintah dalam upaya memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan kepada jamaah haji Indonesia semaksimal mungkin,” pungkasnya. (shn)











