Kejuaraan Bridge Antar-Pelajar di Banyuasin Ajang Pemanasan Menjelang Porprov

Minggu, 12 Maret 2017
Atlet bridge serius mengikuti Kejuaraan Bridge Antar-Pelajar Sumatara Selatan 2017 di sekretariat GABSI Banyuasin Ruko Tanah Mas, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin Minggu (12/3/2017).

Banyuasin, Sumselupdate.com – Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Kabupaten Banyuasin menghelat Kejuaraan Bridge Antar-Pelajar Sumatara Selatan 2017 di sekretariat GABSI Banyuasin Ruko Tanah Mas, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin Minggu (12/3/2017).

Ketua Pelaksana Aziz Azwar, SE  kepada media di sela-sela pembukaan turnamen mengutarakan, event ini pertama kali digelar di Sumatera Selatan.

Read More

Menurutnya, ajang ini merupakan turnamen pemanasan menjelang digelarnya pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Oktober mendatang.

Dikatakannya, animo para atlit bridge dari luar Kabupaten Banyuasin cukup tinggi. Hal ini bisa dilihat dari hadirnya perwakilan lima kabupaten dan kota yang meramaikan kejuaraan.

Lima daerah tersebut yaitu Kabupaten Musi Rawas, Kota Lubuklinggau, Kabupaten Muba, Kota Palembang serta Banyuasin.

“Ada dua target yang ingin kita capai dalam kegiatan ini, mencari atlet yang berbakat menjelang Porprov 2017 serta sebagai wadah yang tepat untuk mengasah keterampilan serta mengembangkan minat dan bakat di kalangan pelajar,” tutur Aziz yang juga Ketua Persatuan Drumband Indonesia Kabupaten Banyuasin.

Aziz mengungkapkan jika olahraga bridge di mata masyarakat sering dinterprestasikan negatif.

Di mana bBanyak anggapan yang timbul di masyarakat, bahwa olahraga ini identik dengan permainan judi karena pengunaan sarana kartu tersebut.

Bukan hanya itu, dari kalangan pecinta olahraga pun sering timbul anggapan bahwa bridge tak lebih dari sekadar permainan, bukan olahraga.

Bahkan, para siswa yang sedianya menjadi target bibit pemain bridge handal kadang menganggap olahraga ini terkesan kuno dan hanya pantas dimainkan bagi kaum orangtua.

Anggapan subyektif lainnya datang dari kalangan pendidik yang menyatakan olahraga ini sama sekali tidak mendidik.

Semua itu terakumulasi dan merupakan beban besar bagi insan bridge untuk mensosialisasi olahraga ini di Sumatra Selatan khususnya di Kabupaten Banyuasin.

Padahal, kata Aziz yang juga Ketua Harian Ormas Pemuda Pancasila Kabupaten Banyuasin ini, bridge adalah olahraga yang unik dan menarik di mana cenderung mengandalkan akal sehat dan manajemen berpikir.

Turnamen bridge biasanya diatur untuk memaksimalkan penggunaan skill satu tim dan implementasi beberapa disiplin ilmu. Di antaranya matematika, manajemen, sosial dan psikologi.

Matematika memang relatif dominan di olahraga ini. Pasalnya, matematika diperlukan guna menghitung persentase atau peluang dalam distribusi lembar kartu.

Sedangkan psikologis diperlukan guna membaca pikiran pasangan. Sedangkan unsur manajemen diperlukan untuk melatih dalam mengatur langkah atau strategi yang akan dilakukan.

Bridge merupakan olahraga sekaligus permainan yang sangat menarik. Seseorang harus mampu berpikir dan memutuskan tindakannya dengan cepat.

la juga harus akurat dan tepat dalam mengatur dan mengubah strategi dalam waktu yang relatif singkat.

Alhasil, seorang pemain bridge yang handal diharapkan mampu mengelola sebuah permainan, baik secara individu maupun tim.

“Dan yang tak kalah pentingnya ini adalah kegiatan yang positif bagi kalangan pelajar agar dapat memfilter hal-hal negatif yang dapat merusak mental anak bangsa seperti kenakalan remaja, seks bebas, dan penyalahgunaan obat obat terlarang” pungkasnya. (zis)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts