Keji! Sopir dan Kernet Truk Air Rudapaksa Anak di Bawah Umur Secara Bergiliran

Kedua tersangka saat di Subdit PPA Ditreskrimum Polda Sumsel

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Aksi bejat dilakukan Silvio (22) sopir truk air yang merudapaksa anak di bawah umur bersama kernetnya PJ (17) secara bergiliran di rumahnya Kelurahan Srijaya Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Bacaan Lainnya

Aksi pemerkosaan keji itu dilakukan kedua tersangka pasca-takbiran Hari Raya Idul Adha, Jumat (31/7/2020) pukul 02.00 WIB.

“Persetubuhan anak di bawah umur yang korbannya berinisial CAP (14), warga sako Palembang. Kedua pelaku yang merudapaksa anak tersebut, yang satu dewasa dan yang satu anak-anak,” ujar Kasubdit PPA Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Suryadi, Kamis (13/8/2020).

Ia mengungkapkan awal mulanya pelaku Silvio tergabung dalam komunitas group facebook CCTV Truk Oleng.

Di media sosial pelaku berkenalan dengan korban. Nah, pasca-pulang mengantar orderan air mineral pelaku mengajak korban saat malam takbiran bersama dengan kernetnya PJ.

Kasubdit PPA Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Suryadi

 

Pelaku mengajak korban ke rumahnya dan di situlah pelaku merudapaksa korban. Selesai dari rumah pelaku Silvio, kemudian pelaku meminta kernetnya mengantar korban.

Namun PJ bukannya mengantar korban ke rumahnya, akan tetapi sang kernet ini juga ikut mencicipi tubuh  korban di dalam mobil truk air tersebut.

Bejatnya, aksi perkosaan PJ tak hanya sekali. Saat hendak mengantar korban ke rumahnya sekitar pukul 05.00 WIB, PJ kembali melampiaskan nafsu setannya ke tubuh korban.

Setelah puas, PJ baru mengantarkan korban pulang ke kediaman orang tuanya. Tak menunggu waktu lama, sampai di rumah, korban CAP bercerita kepada orang tuanya.

Bak disambar petir di siang bolong, kedua orangtua yang mendengar pengakuan anak gadisnya langsung  melaporkan kedua pelaku ke petugas Unit PPA Polda Sumsel.

“Kedua pelaku kami tangkap pada 1 Agustus 2020 di kediaman masing-masing. Atas tindakkan keduanya, mereka dijerat pasal 81 ayat dengan ancaman di atas 5 tahun penjara,” katanya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.