Kejari Muaraenim Luncurkan Program ‘JAGA TANGAN’, Inovasi Baru untuk Ketahanan Pangan dan Pengentasan Kemiskinan

Writer: - Selasa, 30 Juli 2024
Kejari Muaraenim Luncurkan Program 'JAGA TANGAN', Inovasi Baru untuk Ketahanan Pangan dan Pengentasan Kemiskinan
Kejari Muaraenim Luncurkan Program 'JAGA TANGAN', Inovasi Baru untuk Ketahanan Pangan dan Pengentasan Kemiskinan

Muaraenim, Sumselupdate.com — Sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam menurunkan inflasi, mencegah kemiskinan ekstrim, dan menekan angka stunting di Kabupaten Muaraenim, Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Muaraenim meluncurkan inovasi baru bernama “JAGA TANGAN” (Jaksa Jaga Ketahanan Pangan).

Program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan di desa-desa yang termasuk dalam kategori rawan pangan, yang diharapkan dapat membantu mengatasi berbagai permasalahan sosial dan ekonomi di wilayah tersebut.

Read More

Kepala Kejaksaan Negeri Muaraenim, Rudi Iskandar, melalui Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Muaraenim, Anjasra Karya, menyampaikan bahwa program JAGA TANGAN dilatarbelakangi oleh fakta bahwa beberapa desa di Kabupaten Muaraenim masuk dalam kategori rawan pangan, yang berdampak pada inflasi, kemiskinan, dan stunting.

“Program ini merupakan bagian dari inisiatif Jaksa Garda Desa (Jaga Desa), yang bertujuan untuk berperan aktif dalam mengatasi masalah ketahanan pangan di desa-desa tersebut,” ungkapnya.

Anjasra, yang merupakan penggagas program ini menjelaskan, 20 persen dana yang dialokasikan dari dana desa di setiap desa akan digunakan untuk kegiatan ketahanan pangan. Kejari Muaraenim akan memaksimalkan penggunaan dana ini di desa-desa yang termasuk dalam kategori rawan pangan.

“Data dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muaraenim menunjukkan bahwa masih ada 21 desa di lima kecamatan yang teridentifikasi sebagai desa rawan pangan,” papar Anjasra.

Anjasra melanjtkan, pada Senin, 29 Juli 2024 kemarin, pihaknya bersama tim dan dengan mengajak tim dari Dinas TPHP dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muaraenim melakukan kunjungan ke Kecamatan Sungai Rotan dan Kecamatan Gelumbang.

Dalam kunjungan tersebut, mereka mendengarkan keluh kesah para petani dan penyuluh mengenai tantangan yang dihadapi di desa-desa tersebut. Selain itu, Kejaksaan Negeri Muaraenim juga membentuk 10 posko ekonomi di kedua kecamatan sebagai wadah bagi petani untuk mendapatkan informasi dan memberikan masukan mengenai masalah yang terjadi.

Dalam rangka memulai program ini, Kejaksaan Negeri Muaraenim juga menyerahkan bibit cabe dan terong kepada petani.

“Dengan memanfaatkan 20 persen dana ketahanan pangan yang dialokasikan dari dana desa, diharapkan desa-desa di Kabupaten Muaraenim dapat mencapai swasembada pangan, mengurangi inflasi, menurunkan kemiskinan ekstrem, dan menekan angka stunting secara signifikan,” pungkasnya.(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts