Kasus Pembunuhan Anggota Polisi di Empat Lawang, Keluarga Korban Sebut Ada ‘Permainan’ Mafia Tanah

Bobby (kiri) bersama kuasa hukum korban, Fedi

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com — Peristiwa pembunuhan terhadap Bripka Adhi Wira Pradana (44) di Desa Aur Gading, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan terkait kasus sengketa tanah, hingga kini masih dalam penyidikan Polda Sumsel.

Bacaan Lainnya

Adik kandung korban, Bobby bersama keluarga lainnya mendatangi Polda Sumsel didampingi Penasehat Hukum, Fedy Siswanto meminta Kapolda Sumsel agar memberi bantuan perlindungan hukum terhadap keluarga korban, Selasa (8/9/2020).

“Kami meminta Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S beserta Polres Empat Lawang untuk memberikan bantuan perlidungan hukum kepada keluarga kami, karena dalam peristiwa pembunuhan kakak saya, diduga ada mafia tanah yang bermain di Kabupaten Empat Lawang,” ujar Bobby adik kandung korban saat ditemui di depan Gedung Promoter Polda Sumsel.

Dikatakan Bobby, kedatangan keluarga korban ke Polda Sumsel karena ingin menyampaikan ke pihak kepolisian, khususnya Kapolda bahwa pihaknya sangat berduka dengan kematian korban.

“Kami berharap pelaku pembunuhan dapat dihukum seberat-beratnya dengan hukuman mati, karena mereka telah merencanakan untuk membunuh kakak saya,” ungkapnya.

Bobby menjelaskan, bahwa Ini bukan sengketa tanah saja, akan tetapi ada mafia tanah di Kabupaten Empat Lawang yang melakukan transaksi jual-beli tanah,.

Kendati demikian dia mengaku tidak ikut dalam penjualan tanah yang melibatkan kakaknya. Nnamun dari cerita saksi-saksi yang ikut menyaksikan dengan kakak korban ini, bahwa ada mafia tanah bermain di Kabupaten Empat Lawang.

Sementara Itu, Kuasa hukum Korban, Fedi Siswanto, SH mengatakan, pihaknya ingin tetap mengawal perkembanga kasus ini dan pelaku pembunuhan diproses secara seadil-adilnya dan seberat-beratnya.

Dikatakannya, kasus ini sendiri dugaan sementara permasalahan sengketa lahan.

“Ini baru dugaan, bahwa mereka ada permainan. Makanya diduga sudah ada juga perencanaan pembunuhan sehingga sebenarnya korban ini bukan salah satu target, tetapi ada target lain sehingga. Kami simpulkan bahwa ini sudah kejahatan berat yang mereka rencanakan yang masuk pasal 339 KUHP dan Pasal 340 KUHP,” tegasnya.

Fedi mengungkapkan, memang tidak ada teror atau ancaman yang dialami keluarga korban, namun untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pihaknya minta perlindungan hukum kepada aparat penegak hukum.

Tersangka Reca Satra Winata dan ayahnya Widodo.

Sebagaimana diberitakan, anggota Polri yang bertugas di Polsek Bantar Gebang Bekasi, Jawa Barat dan tinggal di Grand Harmoni, Blok A 3/1, Cileungsi Kidul, Cileung Bogor, terbunuh akibat persoalan sengketa lahan dengan kedua tersangka.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi kepada wartawan, Kamis (3/9/2020), mengatakan, kasus ini berawal korban yang tengah cuti kerja pulang ke kampung halamannya di Desa Aur Gading, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumsel.

Nah, saat pulang kampung itu, korban berusaha menyelesaikan persoalan sengketa tanah dengan ayah tersangka bernama Widodo.

Di kediaman tersangka itu, korban dan Widodo sempat berbincang. Namun di tengah perbincangan itu, diduga ada ketersingungan sehingga keduanya pun terlibat cekcok mulut.

Mendengar ribut mulut dan diduga korban melakukan pengancaman terhadap ayahnya, emosi tersangka Reca Sastra terpancing.

Pelaku dengan secepat kilat melakukan penikamam dengan senjata tajam jenis parang dan pisau.

Korban mengembuskan nafas terakhir setelah mengalami luka tusukan yang cukup dalam di bagian dada, lengan, dan punggung.

“Peristiwa ini berawal korban mendatangi tersangka karena ada selisih paham terkait kasus lahan. Di situ terjadi perkelahian mulut yang berakibat terbunuhnya salah satu anggota Polda Metro Jaya berinisial AP. Kedua tersangka sudah diamankan di Polres Empat Lawang dan sekarang sudah dibawa ke Polda Sumsel untuk dilakukan penahanan. Pemindahan ini mengingat situasi dan kondisi di Empat Lawang,” beber Kombes Supriadi.

Akibat terbunuhnya anggota Polri ini, kedua tersangka dijerat dengan pasal 339 dan 170 dengan ancaman 15 tahun penjara.

Tersangka Reca Satra Winata berhasil diringkus Team Elang Sat Reskrim Polres Empat Lawang saat berada di Talang Tinju, Desa Terusan Baru, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat lawang, Rabu (2/9/2020), sekitar pukul 15.00 WIB.

Dalam penangkapan tersebut, aparat mengamankan barang bukti satu bilah parang dan pisau yang digunakan tersangka menghabisi anggota Polri ini. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.