Muaraenim, Sumselupdate.com – Dalam sepekan ini masyarakat di Desa Pinang Banjar dan Segayam, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bergejolak.
Warga di kedua desa itu mempertanyakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa yang mereka nilai tidak transparan dan tak merata.
Saat mendatangi kediaman kades masing-masing emosi warga sempat tersulut dan merusak rumah dan bahkan membakar perabot pribadi milik kades.
Aksi anarkis warga ini sangat disayangkan Kapolsek Gelumbang AKP Priyatno, SH, SIK. Dia mengimbau warga tidak berbuat anarkis.
Menurutnya, persoalan ini bisa dicari jalan keluar dengan duduk bersama dan kepala dingin.
“Sangat kita sayangkan masyarakat di dua desa yang telah bertindak anarkis. Jangan sampai hal ini akan terjadi lagi,” harapnya.
Kapolsek juga mengimbau untuk seluruh kades dalam pembagian BLT DD sesuai dengan aturan dan tidak ada penyimpangan. Sebab jika nanti ditemukan ada penyimpangan akan ditindak tegas.
“Imbauan saya, agar seluruh kades mendata dan membagikan BLT DD sesuai dengan aturan yang berlaku, dan apa bila ada penyimpangan dana desa akan kita tindak tegas,” ujarnya.
Kapolsek meminta kepada masyarakat apabila ditemukan penyimpangan, dipersilahkan untuk disampaikan dan dilaporkan kepada pihak berwajib dan jangan sampai berbuat anarkis.
“Masyarakat apabila menemukan kades melalukan menyimpangkan dana desa atau tidak sesuai peruntukannya silakan lapor kepada yang berwajib, namun jangan sampai bertidak anarkis. Sebab akan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku.” Imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, untuk kedua kalinya warga Desa Pinang Banjar, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenimmendatangi kediaman kadesnya, Jumat (22/5/2020).
Kedatangan warga ke kediaman Kades Pinang Banjar ini bentuk dari kekesalan warga lantaran diduga pengelolaan dana desa yang tidak transparan serta bantuan BLT yang tidak tepat sasaran.
Dalam aksinya hari itu, emosi warga sempat tersulut dengan merusak rumah dan membakar beberapa perabot pribadi milik Kades Pinang Banjar.
Warga kesal lantaran belum ada titik terang tentang tuntutan mereka agar Kades Pinang Banjar mengundurkan diri, seperti tuntutan mereka pada malam Rabu (20/5) lalu.
Aksi hampir sama dilakukan warga di kediaman Kades Segayam, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim. Warga merusak rumah dan mobil kadesnya pada Kamis (21/5/2020) malam.
Ratusan warga ini mempertanyakan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa yang diduga tidak merata dan tidak transparan.
Dikarenakan Amirudin selaku kades tidak keluar dari rumahnya, ratusan warga inipun kesal dan bertindak anarkis dengan merusak rumah serta mobil milik sang kades. (vir)











